SERANG, LINIMASSA.ID – Pemerintah Provinsi Banten mengambil langkah cepat menyikapi perubahan warna Sungai Cisadane yang menjadi hitam di kawasan Pakuhaji dan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten, sumber dugaan pencemaran mengarah ke saluran muara Kali Sabi yang berada di Kampung Bayur, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.
Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan bahwa dirinya langsung memerintahkan DLHK melakukan investigasi setelah menerima laporan mengenai kondisi air Sungai Cisadane yang berubah warna secara drastis.
Menurut Andra, hasil penyelidikan awal telah mengidentifikasi lokasi yang diduga menjadi asal pencemaran sehingga menyebabkan air sungai, terutama di bagian hilir, tampak menghitam.
Dari temuan sementara tersebut, terdapat dugaan keterlibatan salah satu perusahaan industri sebagai penyebab perubahan kualitas air Sungai Cisadane.
Karena itu, ia meminta DLHK Provinsi Banten bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang untuk melakukan pemeriksaan lanjutan serta memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan.
Sungai Cisadane Menghitam
Apabila hasil penyelidikan Sungai Cisadane membuktikan adanya pelanggaran, Andra menegaskan agar tindakan hukum dan sanksi diberikan secara tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pemerintah Provinsi Banten juga menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas lingkungan hidup, khususnya sungai yang memiliki peran penting bagi kebutuhan masyarakat.
Pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi mencemari lingkungan akan terus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Sebelumnya, perubahan warna Sungai Cisadane menjadi hitam di wilayah Pakuhaji dan Teluknaga sempat memicu perhatian publik.
Saat ini pemerintah masih mendalami penyebab pasti pencemaran sekaligus menyiapkan langkah penanganan untuk memulihkan kondisi sungai agar kembali normal.

