SERANG, LINIMASSA.ID – Pengerjaan revitalisasi Alun-alun Kota Serang masih terus dikebut. Hingga Rabu, 28 Oktober 2026, realisasi pembangunan baru mencapai 45 persen, sedangkan penyelesaian proyek ditargetkan pada 20 Desember 2026.
Untuk mengejar target tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang menerapkan pola kerja lembur. Upaya percepatan juga dilakukan melalui penambahan jumlah pekerja serta ketersediaan material konstruksi di lapangan.
Kepala DPUPR Kota Serang, Ibra Gholibi, menjelaskan bahwa percepatan pekerjaan menjadi perhatian karena revitalisasi Alun-alun Kota Serang mencakup kawasan alun-alun dengan cakupan pembangunan yang cukup luas.
Menurutnya, setiap tahapan konstruksi perlu dimaksimalkan agar seluruh fasilitas yang direncanakan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Progres Alun-alun Kota Serang saat ini sudah mencapai 45 persen. Kami mohon doa masyarakat agar pekerjaan selesai tepat waktu dan tepat mutu,” kata Ibra, Rabu, 28 Oktober 2026.
Ia menuturkan, penambahan tenaga kerja dan material, disertai perpanjangan waktu kerja, diharapkan mampu mempercepat penyelesaian sejumlah pekerjaan yang masih berlangsung.
DPUPR juga melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan pelaksanaan proyek tetap sesuai dengan rencana.
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang
Salah satu bagian Alun-alun Kota Serang yang masih dikerjakan adalah jalur pedestrian atau fasilitas bagi pejalan kaki. Ibra menyebut progres pembangunan jalur tersebut telah mencapai 50 persen.
Pengerjaan pedestrian membutuhkan waktu karena volume material yang harus dipasang cukup besar. Oleh sebab itu, percepatan dilakukan agar fasilitas tersebut dapat diselesaikan bersamaan dengan bagian pembangunan lainnya.
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang meliputi sejumlah fasilitas baru dan penataan kawasan. Beberapa di antaranya adalah pembangunan Tugu Golok, air mancur, drain fountain, lapangan tenis, serta sentra kuliner atau food court.
Selain menambah fasilitas, proyek ini juga mencakup perbaikan bangunan yang telah tersedia. Salah satunya Gedung Pancaniti, yang mendapatkan pembenahan pada bagian atap, plafon, dan toilet.
Perbaikan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kondisi bangunan sekaligus menunjang kenyamanan masyarakat yang nantinya memanfaatkan kawasan alun-alun.
Dengan tenggat penyelesaian pada 20 Desember 2026, DPUPR masih harus mengoptimalkan waktu yang tersedia untuk menuntaskan seluruh pekerjaan. Beragam fasilitas Alun-alun Kota Serang yang dibangun di sejumlah titik menjadi tantangan tersendiri dalam mengatur tahapan konstruksi.
Meski demikian, kondisi cuaca hingga saat ini disebut masih cukup mendukung kegiatan pembangunan. Faktor cuaca belum menjadi hambatan berarti bagi para pekerja di lapangan.
DPUPR berharap kombinasi penambahan tenaga kerja, pasokan material, dan penerapan sistem lembur dapat mendorong percepatan pembangunan sehingga revitalisasi Alun-alun Kota Serang rampung sesuai target, dengan tetap memperhatikan kualitas hasil pekerjaan.

