LINIMASSA.ID – Pemerintah Kota Serang mulai melakukan berbagai persiapan untuk mendukung pelaksanaan revitalisasi Alun-alun Kota Serang, termasuk menyusun rekayasa lalu lintas di sekitar area proyek.
Langkah tersebut dilakukan guna menjaga kelancaran aktivitas masyarakat dan arus kendaraan selama pembangunan berlangsung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi, mengungkapkan bahwa proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang telah memasuki tahap pelaksanaan setelah penandatanganan kontrak pekerjaan pada 15 Juni 2026.
Saat ini, pekerjaan masih berada pada fase awal berupa persiapan lokasi. Salah satu kegiatan yang sedang dilakukan adalah pemasangan pagar pembatas di area proyek sebagai upaya pengamanan sebelum pekerjaan konstruksi dimulai secara menyeluruh.
Menurut Iwan, pembangunan kawasan Alun-alun Kota Serang akan dilaksanakan secara serentak di empat zona berbeda. Strategi tersebut diterapkan untuk mempercepat progres pekerjaan sekaligus memastikan target penyelesaian dalam waktu enam bulan sesuai kontrak dapat tercapai.
Dengan sistem pengerjaan paralel pada beberapa zona, proses pembangunan diharapkan berlangsung lebih efisien dibandingkan apabila dilakukan secara bertahap pada satu area terlebih dahulu.
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang
Selain menyiapkan pelaksanaan konstruksi, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap dampak proyek Alun-alun Kota Serang terhadap lalu lintas.
Mengingat lokasi alun-alun berada di pusat kota dengan tingkat mobilitas kendaraan yang cukup tinggi, diperlukan pengaturan khusus untuk meminimalkan gangguan selama pekerjaan berlangsung.
Untuk itu, DPUPR Kota Serang berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Dinas Perhubungan Kota Serang, serta Satuan Lalu Lintas Polresta Serang Kota dalam menyusun analisis dampak lalu lintas dan skema pengaturan arus kendaraan.
Iwan menjelaskan, kajian tersebut bertujuan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi potensi kemacetan di sekitar area proyek.
Dengan perencanaan yang matang, proses revitalisasi diharapkan dapat berjalan sesuai jadwal tanpa mengganggu aktivitas warga secara signifikan.
Ia menambahkan bahwa pengaturan lalu lintas menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kelancaran proyek, mengingat kawasan Alun-alun Kota Serang merupakan salah satu titik aktivitas masyarakat yang cukup padat setiap harinya.

