linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Remaja Indonesia Habiskan Banyak Uang untuk Rokok Eceran
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Remaja Indonesia Habiskan Banyak Uang untuk Rokok Eceran
Gaya Hidup

Remaja Indonesia Habiskan Banyak Uang untuk Rokok Eceran

Arief
14 Desember 2023
Share
waktu baca 2 menit
Bahaya Merokok dan Dampak Boros dari Merokok di Kalangan Anak Remaja
Bahaya Merokok dan Dampak Boros dari Merokok di Kalangan Anak Remaja
SHARE

linimassa.id – Riset dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) menunjukkan bahwa remaja Indonesia dapat menghabiskan uang sekitar Rp30.000 hingga Rp200.000 per minggu hanya untuk rokok eceran.a; Sebuah Studi Metode Campuran di Indonesia, yang diterbitkan Selasa (12/12/2023).

“Temuan kualitatif kami mengungkapkan bahwa siswa seringkali mengalokasikan sebagian besar, terkadang melebihi setengah dari uang saku mereka, untuk membeli rokok eceran – berkisar dari Rp30.000-Rp200.000 dalam seminggu,” demikian keterangan tertulis dalam riset Hubungan Pembelian rokok Eceran dengan Frekuensi, Intensitas, dan Inisiasi Merokok di Kalangan Remaj
Temuan kualitatif menunjukkan bahwa siswa sering mengalokasikan sebagian besar uang saku mereka, bahkan melebihi setengahnya, untuk membeli rokok eceran.

Rokok eceran menjadi tantangan dalam upaya mengurangi konsumsi tembakau di kalangan remaja Indonesia. Penjualan rokok eceran dengan harga murah oleh pedagang informal menjadi penyebab utama.

Temuan kuantitatif riset menunjukkan bahwa pembelian rokok eceran dalam 30 hari terakhir berkorelasi signifikan dengan konsumsi lima batang rokok atau kurang per hari dan tingkat ketergantungan nikotin yang lebih rendah.

Pola merokok remaja Indonesia menunjukkan pengguna rokok eceran berada dalam fase eksperimen, sesuai dengan lima tahap kecanduan nikotin.

Temuan kualitatif menunjukkan bahwa tujuh dari 10 siswa membeli rokok eceran saat mencoba merokok untuk pertama kalinya.

Merokok di kalangan remaja menjadi akar berbagai masalah kesehatan. Prevalensi remaja perokok aktif di Indonesia mencapai 18,8 persen (GYTS 2019) dan meningkat menjadi 22,04 persen (BPS, 2022). Risiko penyakit akibat rokok tidak hanya berdampak pada perokok aktif, melainkan juga pada perokok pasif.

Upaya pencegahan dan pengurangan konsumsi rokok di kalangan remaja menjadi prioritas, dengan pemahaman mendalam terhadap pola pembelian rokok eceran dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Keterlibatan lebih lanjut dari pemerintah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini. (AR)

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- HUT RI -
Ad imageAd image
- 14 AGUSTUS 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Liga Inggris
Pekan Perdana Liga Inggris, Tim Non Unggulan Kuasai Papan Atas
News
AI
AI Makin Masuk Dunia Kerja, Fresh Graduate Harus Takut atau Justru Beradaptasi?
Teknologi
Trans Banten
Trans Banten Akan Berbayar, Tarif Diusulkan Rp3.000-Rp5.000
News
Jembatan di Pandeglang
Truk Bermuatan Pasir Melintas, Jembatan di Pandeglang Ambruk
News
Program Sekolah gratis
DPRD Banten Dorong Evaluasi Program Sekolah Gratis
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan