linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Salat Tarawih di Bali Barengan dengan Nyepi, Ini Saran Muhammadiyah
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Salat Tarawih di Bali Barengan dengan Nyepi, Ini Saran Muhammadiyah
News

Salat Tarawih di Bali Barengan dengan Nyepi, Ini Saran Muhammadiyah

Nur M
17 Maret 2023
Share
waktu baca 2 menit
Ilustrasi Salat 2
Salat tarawih sendiri. [Dok. Muhammadiyah]
SHARE

linimassa.id – Warga Muhammadiyah akan melaksanakan puasa perdana Ramadhan 2023Hijriah pada Kamis (23/3). Itu artinya Salat Tarawih dimulai pada malam sebelumnya.

Atau Selasa (22/3/2023) malam. Bagi warga Muhammadiyah di Bali, pelaksanaan Salat Tarawih di Ramadhan tahun ini akan berbarengan dengan pelaksanaan ritual Nyepi Umat Hindu.

Terkait ini, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Bali mengimbau warga muslim mengedepankan toleransi.

Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah Bali, Muhammad Saffaruddin menyarankan warga Muslim mengatur pelaksanaan Salat Tarawih agar tidak mengganggu pemeluk Hindu.

“Kalau jauh jarak rumah dengan tempat ibadah disarankan lebih baik tarawih perdana di rumah saja,” katanya dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Jumat (17/3/2023).

Namun bilamana dekat, dan masjid atau musala itu menyelenggarakan salat berjamaah serta dapat izin aparat setempat, maka tidak jadi masalah.

Saffaruddin mengimbau salat tarawih diselenggarakan tanpa ada hal-hal yang bisa bersinggungan dengan pemeluk agama lain.

Apabila aparat pemerintah setempat mengizinkan kegiatan di luar rumah, maka Saffaruddin menyarankan agar pergi ke masjid/musala dengan berjalan kaki.

Selain itu, masjid dan musala disarankan mengatur minimal pencahayaan dan penggunaan pengeras suara agar tidak mengganggu pelaksanaan prosesi Nyepi.

“Nanti kan Tarawih perdana mau tidak mau malam hari. Kita tetap harus bisa menghormati, kan gelap, mungkin menggunakan pencahayaan yang tidak menyorot ke luar,” pesannya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Saffaruddin menuturkan, hal senada pernah terjadi pada saat Hari Raya Nyepi bertepatan dengan Salat Jumat.

“Pas Jumat (dulu) kita tetap melaksanakan Salat Jumat. Namun seperti imbauan MUI dan Kementerian Agama, kita jalan kaki ke tempat yang bisa ditempuh dan tidak menggunakan suara kencang,” ujarnya.

“Maka saya imbau jika memang rumahnya berjarak jauh dengan tempat ibadah seyogyanya di rumah saja.”

“Bilamana berdekatan dan kebetulan diadakan salat berjamaah dan sudah koordinasi kami persilakan,” tambahnya.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- HUT RI -
Ad imageAd image
- 14 AGUSTUS 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Kejari Kota Tangsel
Kejari Kota Tangsel Musnahkan Barang Bukti dari 124 Perkara, Narkoba Paling Mendominasi
News
Air sungai di Lebak
Gegana Brimob Ambil Sampel Air Sungai di Lebak, Diduga Terkait Aktivitas Pembangkit Listrik
News
Ganja
BNN Banten Musnahkan 15,4 Kilogram Ganja, Disita dari Penumpang Bus
News
Gunung Anak Krakatau
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Pariwisata, Kerugian Disebut Capai Belasan Miliar
News
Mal Ramayana
Pria 26 Tahun Tewas Jatuh dari Mal Ramayana Kota Serang, Diduga dalam Pengaruh Alkohol
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan