linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Mahasiswi UIN Banten Lolos Program Kukerta Internasional ke Thailand
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Pendidikan > Mahasiswi UIN Banten Lolos Program Kukerta Internasional ke Thailand
Pendidikan

Mahasiswi UIN Banten Lolos Program Kukerta Internasional ke Thailand

Andra 20 Mei 2026
Share
waktu baca 4 menit
Mahasiswi UIN Banten
Mahasiswi UIN Banten KKN di Thailand
SHARE

SERANG, LINIMASSA.ID – Mahasiswi UIN Banten di Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat internasional.

Salah satu mahasiswinya, Siti Muliya Septiani Turaedi, berhasil lolos mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Internasional ke Thailand tahun 2026.

Mahasiswi UIN Banten Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) tersebut juga diketahui mengemban amanah sebagai Duta Kampus UIN SMH Banten 2025. Keberhasilannya menjadi bukti bahwa mahasiswa bidang keagamaan dan humaniora memiliki daya saing di level global.

Melalui program pengabdian lintas negara itu, Muliya bertekad membawa misi pendidikan sekaligus memperkenalkan nama kampusnya di kawasan Asia Tenggara.

Perjalanan Mahasiswi UIN Banten Muliya menuju program internasional tersebut tidak berlangsung mudah. Sejak proses pendaftaran dibuka pada akhir Maret hingga April 2026, persaingan ketat sudah terjadi di lingkungan FUDA. Dari 13 peserta yang mendaftar, fakultas hanya menetapkan dua orang delegasi untuk melaju ke tahap berikutnya.

Setelah lolos di tingkat fakultas, Muliya kembali mengikuti seleksi tingkat universitas yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atau LP2M.

Ia mengaku sempat diliputi rasa cemas selama menunggu hasil akhir seleksi. Namun perasaan itu berubah menjadi haru ketika namanya tercantum dalam surat keputusan peserta lolos Kukerta Internasional.

“Pertama kali melihat surat keputusan, saya langsung menangis bahagia karena ini memang salah satu impian saya bisa mengikuti Kukerta internasional,” ujar Muliya.

Keinginannya mengikuti program tersebut didorong oleh semangat untuk merasakan pengalaman belajar di luar negeri sekaligus memperluas wawasan. Ia mengaku terinspirasi dari para senior di FUDA yang sebelumnya berhasil menjalankan pengabdian internasional.

Mahasiswi UIN Banten Berprestasi

Sebagai mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Muliya tidak hanya dituntut memahami ilmu keislaman, tetapi juga memiliki kemampuan bahasa asing. Tantangan sempat muncul ketika sertifikat resmi TOAFL kampus belum terbit menjelang batas akhir pendaftaran.

Untuk mengatasinya, ia berkonsultasi dengan Wakil Dekan III FUDA dan sementara melampirkan sertifikat pelatihan dari Kampung Inggris Pare sebagai dokumen pendukung.

Tahapan seleksi wawancara pun menjadi tantangan tersendiri. Seluruh proses dilakukan secara bilingual menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa asing karena program tersebut berskala internasional.

Meski jumlah peserta yang mendaftar ke Thailand sesuai kuota yang tersedia, pihak LP2M tetap menjalankan seleksi secara ketat guna memastikan kesiapan akademik dan mental peserta.

Dari hasil riset mandiri mengenai kondisi masyarakat Thailand, Muliya melihat masih adanya kebutuhan peningkatan kemampuan bahasa Arab dan Inggris. Berdasarkan hal itu, ia menyiapkan program kerja bertajuk Fun Arabic and English Learning.

“Metodenya nanti belajar sambil bermain. Saya terinspirasi dari pengalaman belajar di Pare karena metode seperti itu membuat siswa lebih semangat dan tidak merasa bosan,” katanya.

Saat ini, Muliya terus mempersiapkan diri menjelang keberangkatan dengan melatih kemampuan pronunciation serta berencana mengikuti kelas bahasa tambahan.

Ia juga mengaku harus pandai membagi waktu antara persiapan program internasional dan kewajiban akademik di kampus. Baginya, tanggung jawab perkuliahan tetap menjadi prioritas utama sebelum fokus pada persiapan pengabdian di luar negeri.

Muliya menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari pihak rektorat, LP2M, hingga dekanat FUDA yang terus memberikan motivasi kepada para delegasi.

Ia berharap program pengabdian di Thailand dapat memberikan manfaat sekaligus membuka peluang kerja sama akademik internasional yang lebih luas di masa mendatang.

Sebagai penutup, Muliya berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut mencoba kesempatan baru dan mulai mempersiapkan diri sejak dini.

“Jangan takut mencoba apa yang kalian inginkan. Kalau ada yang belum bisa, terus belajar dan jangan menyerah. Karena kalau kita tidak pernah mencoba, kita tidak akan pernah tahu hasilnya,” pungkasnya.

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

Sapi bali
Sapi Bali Paling Diburu Warga Pandeglang Jelang Idul Adha
News
jalan nasional di Banten
Minim Penerangan, Banyak Jalan Nasional di Banten Dinilai Membahayakan Pengendara
News
Curanmor di Serang
2 Pelaku Curanmor di Serang Ditangkap, Sempat Adu Fisik dengan Polisi
News
Jemaah haji asal Pandeglang
2 Jemaah Haji Asal Pandeglang Wafat di Mekkah, Salah Satunya Ketua KBIHU
News
BKD Banten
BKD Banten Lakukan Pendataan Kembali PPPK Paruh Waktu untuk Evaluasi Kontrak
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?