linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Kasidah, Musik yang Bernuansa Ilahiyah, Cari Tahu Sejarahnya!
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Khazanah > Kasidah, Musik yang Bernuansa Ilahiyah, Cari Tahu Sejarahnya!
Khazanah

Kasidah, Musik yang Bernuansa Ilahiyah, Cari Tahu Sejarahnya!

Hilal Ahmad
23 Juni 2023
Share
waktu baca 4 menit
Kasidah musik bernuansa ilahiyah.
Kasidah musik bernuansa ilahiyah.
SHARE

linimassa.id – Kasidah sudah dikenal lama di Indonesia. Salah satu grup kasidah ternama di Indonesia yakni Nasida Ria dan Nida. Keduanya mempopulerkan banyak judul lagu yang dikenal ke seantero nusantara.

Kasidah merupakan bentuk syair epik kesusastraan Arab yang dinyanyikan. Kasidah adalah seni suara yang bernapaskan Islam dengan lagu-lagunya banyak kandungan unsur-unsur dakwah Islamiyah dan nasihat-nasihat baik sesuai ajaran Islam.

Biasanya lagu-lagu kasidah dinyanyikan dengan irama penuh kegembiraan yang hampir menyerupai irama-irama Timur Tengah dengan diiringi rebana.  Sementara itu lagu kasidah modern liriknya juga dibuat dalam bahasa Indonesia selain Arab.

Berasal dari bahasa Arab, ksidah memiliki arti nyanyian dengan syair-syair bertemakan agama Islam atau dakwah Islam. Dalam kesenian kasidah, biasanya alat musik yang digunakan adalah rebana dan krecek.

Kasidah terdiri dari 5 atau 6 orang atau lebih dalam memainkan berbagai alat musik dari yang kecil hingga rebana yang besar ditambah dengan alat kecrek. Pada perkembangan berikutnya, kasidah dapat dimainkan menggunakan alat kesenian lainnya sesuai dengan keterampilan sang seniman.

 

Sejarah 

Seni kasidah lahir bersamaan dengan kelahiran Islam. Kasidah pertama kali muncul ditampilkan oleh kaum Anshar dalam perjalanan hijrah dari tanah kelahirannya (Makkah) ke Yatsrib (Madinah).

Saat itu kaum Anshar menyambut kedatangan Nabi serta menyanyikan lagu-lagu pujian diiringi dengan lantunan musik rebana. Lagu-lagu sanjungan tersebut melegenda hingga saat ini menjadi lagu klasik serta masih dapat dinikmati hingga sekarang.

Seni kasidah pun biasa digunakan pada acara Marhaban yakni acara menyambut kelahiran bayi serta acara syukuran bayi berusia 40 hari dan pada hari besar Islam lainnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Berbeda dari jenis musik yang datang dalam budaya Indonesia, kasidah merupakan kesenian yang diapresiasi oleh kalangan ulama dan pesantren.

Dalam keadaan ini maka dapat dimengerti jika kasidah lebih banyak berkembang di masyarakat yang memiliki budaya Islam lebih kental seperti di pesantren-pesantren.

Dengan adanya ciri budaya pesantren yang masih kental, kesenian kasidah dapat hidup dan terus bertahan dari waktu ke waktu.

 

Bertahan

Kasidah sebagai bentuk kesenian yang dapat bertahan hingga sekarang. Dari tahun ke tahun, grup kasidah selalu datang saling berganti. Sementara itu jenis kasidah yang masih murni adalah memakai alat musik rebana dan krecek hingga wujudnya bercampur musik modern yang terus berkembang.

Fungsi kasidah adalah untuk hiburan. Walau begitu ada banyak makna yang bisa diambil di dalamnya karena ada pesan tersirat di setiap syairnya.

Laman Kemdikbud.go.id menulis, kasidah tidak hanya memperdengarkan lagu. Syair lagu yang diperdengarkan dalam kesenian kasidah ini, merupakan syair lagu yang isinya mengandung pesan seperti mendorong keimanan kepada Allah SWT dan hari akhi, mendorong untuk beribadah dan menaati AIloa serta Rasul-Nya, mendorong untuk berbuat kebajikan dan menjauhi maksiat, mendorong amar maruf nahyi munkar, membangkitkan etos kerja dan jiwa kepahiawanan, menjauhi sikap bermalas-malasan dan bermewah-mewahan, dan banyak lagi.

Pada kasidah modern liriknya juga dibuat dalam bahasa Indonesia selain Arab. Grup kasidah modern membawa seorang penyanyi bintang yang dibantu paduan suara wanita. Alat musik yang dimainkan adalah rebana dan mandolin, disertai alat-alat modern, misalnya: biola, gitar listrik, keyboard dan flute.

Perintis kasidah modern adalah grup Nasida Ria dari Semarang yang semuanya perempuan. Lagu yang top yakni Perdamaian dari Nasida Ria. Pada 1970-an, Bimbo, Koes Plus dan AKA mengedarkan album kasidah modern. Saat ini music kasidah terus diperdengarkan bahkan dibuat ulang para musisi dengan instrument musik modern. (Hilal)

 

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

LBGTQ
Masuk Kategori Ancaman Nonmiliter, Pemkot Cilegon Percepat Penyusunan Perwal Pencegahan LGBTQ
News
Pedagang sayur keliling
Begal di Padarincang, Motor Pedagang Sayur Keliling Dijatuhkan Pakai Gedebok Pisang
News
Kekeringan di Kota Serang
Kekeringan di Kota Serang, 351 KK di Kasemen Alami Krisis Air Bersih
News
LPTQ Kota Tangsel
Anggaran Hibah LPTQ Kota Tangsel Capai Rp11 Miliar, Juara 3 Hafizh Indonesia Curhat Gagal Pembinaan
News
HMI Komipam
Djuhardi Hakim Siap Perkuat Kaderisasi dan Soliditas HMI Komipam
Pendidikan
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan