SERANG, LINIMASSA.ID – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Provinsi Banten sejak Sabtu malam (7/3/2026) menyebabkan banjir di berbagai daerah.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, hingga Minggu (8/3/2026) tercatat ada sekitar 52 titik genangan yang tersebar di enam kabupaten dan kota.
Genangan air muncul setelah hujan berlangsung cukup lama sehingga saluran drainase serta aliran sungai tidak mampu menampung debit air dan akhirnya meluap ke kawasan permukiman warga.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pemantauan di wilayah yang terdampak banjir.
Menurutnya, curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama munculnya genangan di sejumlah lingkungan permukiman masyarakat.
“Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah kawasan permukiman tergenang,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Banjir di Tangerang Raya
Dari puluhan titik banjir tersebut, kawasan Tangerang Raya tercatat sebagai wilayah yang paling banyak terdampak.
BPBD mencatat, di Kota Tangerang terdapat 18 titik genangan yang tersebar di beberapa kawasan permukiman. Sementara itu, Kota Tangerang Selatan mengalami banjir di delapan titik, sedangkan Kabupaten Tangerang dilaporkan terdapat enam titik genangan.
Selain wilayah Tangerang Raya, banjir juga terjadi di daerah lain di Provinsi Banten. Di Kota Serang tercatat ada delapan lokasi yang tergenang, sementara Kota Cilegon dan Kabupaten Serang masing-masing melaporkan enam titik banjir.
Ketinggian air di berbagai lokasi berbeda-beda, mulai dari sekitar 10 sentimeter hingga lebih dari satu meter di sejumlah permukiman warga.
Meski demikian, setelah intensitas hujan mulai berkurang pada Minggu pagi, beberapa wilayah dilaporkan mulai mengalami penurunan ketinggian air.



