linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Diduga Terkait Gratifikasi, Kejari Serang Sita Ponsel Kepala Kantor Pertanahan Kota Serang
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Diduga Terkait Gratifikasi, Kejari Serang Sita Ponsel Kepala Kantor Pertanahan Kota Serang
News

Diduga Terkait Gratifikasi, Kejari Serang Sita Ponsel Kepala Kantor Pertanahan Kota Serang

Andra
9 Maret 2026
Share
waktu baca 3 menit
Kejari Serang
Penyitaan ponsel pegawai Badan Pertanahan Kota Serang oleh Kejari Serang
SHARE

SERANG, LINIMASSA.ID – Penyidik dari bidang pidana khusus Kejaksaan Negeri Serang menyita telepon seluler milik Kepala Kantor Pertanahan Kota Serang, Taufik Rokhman.

Penyitaan tersebut dilakukan dalam rangka penyelidikan kasus dugaan gratifikasi serta penyalahgunaan kewenangan dalam pengurusan dokumen pertanahan.

Seorang pegawai Kejari Serang yang tidak ingin disebutkan namanya membenarkan bahwa ponsel milik kepala kantor tersebut ikut diamankan oleh penyidik.

“Handphone milik Kepala Kantor Pertanahan Kota Serang ikut disita,” ujarnya belum lama ini.

Selain perangkat milik Taufik Rokhman, penyidik juga mengamankan 19 ponsel lainnya yang diduga milik pegawai ASN maupun tenaga honorer di Kantor Pertanahan Kota Serang. Seluruh barang tersebut kini berada di kantor Kejari Serang untuk kepentingan penyidikan.

“Ada sekitar 20 ponsel yang diamankan, kebanyakan jenisnya iPhone,” katanya.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Serang, Muhamad Lutfi Andrian, menjelaskan bahwa penyitaan perangkat komunikasi tersebut merupakan bagian dari langkah penyidik untuk mengungkap perkara yang tengah didalami. Nantinya, seluruh ponsel tersebut akan diperiksa menggunakan metode digital forensik.

Menurutnya, Kejaksaan Agung memiliki peralatan khusus untuk melakukan pemeriksaan terhadap data digital. Penyidik hanya akan membuka pesan atau data yang berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani.

“Kami hanya mencari informasi yang relevan dengan kasusnya,” ujar mantan Kasi Pidsus Kejari Landak tersebut.

Lutfi mengungkapkan, dugaan gratifikasi dan penyalahgunaan kewenangan itu diperkirakan terjadi dalam rentang waktu 2020 hingga 2025. Ia juga membenarkan bahwa penyidik telah mengantongi nama calon tersangka dalam perkara tersebut.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Meski demikian, identitas pihak yang berpotensi menjadi tersangka belum dapat disampaikan kepada publik karena proses penyidikan masih berlangsung.

“Calon tersangka sudah ada, tetapi masih dalam tahap pendalaman,” katanya.

Ia memastikan pihaknya akan menyampaikan perkembangan kasus tersebut kepada masyarakat. Proses penyidikan dilakukan untuk memperjelas peristiwa pidana yang diduga terjadi.

Kejari Serang Sita Ponsel: Alat Penyidikan

Sebelumnya, pada Selasa (3/3/2026), tim gabungan dari bidang pidana khusus, intelijen, serta perdata dan tata usaha negara Kejari Serang melakukan penggeledahan di Kantor Pertanahan Kota Serang. Kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan selesai sekitar pukul 17.30 WIB.

Dalam penggeledahan yang berlangsung di lantai dua dan tiga gedung kantor tersebut, penyidik menyita berbagai barang bukti, antara lain 20 unit ponsel, satu komputer, dua laptop, serta uang tunai sebesar Rp228.150.000.

Uang ratusan juta rupiah itu ditemukan di tiga ruangan berbeda dan saat ini masih ditelusuri asal-usulnya karena diduga berkaitan dengan tindak pidana yang sedang diselidiki.

“Seluruh barang bukti sudah diamankan di Kantor Kejaksaan Negeri Serang untuk proses penyidikan lebih lanjut,” jelas Lutfi didampingi Kasubsi 1 Intelijen Kejari Serang, Muhammad Siddiq.

Ia menambahkan bahwa penggeledahan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Nomor PRIN-5/M.6.10/Fd.2/03/2026 tertanggal 3 Maret 2026. Langkah ini diambil untuk mengumpulkan alat bukti yang diperlukan dalam proses hukum.

“Tindakan penggeledahan dan penyitaan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum yang dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel sebagai komitmen Kejari Serang dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,” pungkasnya.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- HUT RI -
Ad imageAd image
- 14 AGUSTUS 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Hotel
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Pariwisata Banten, 70 Persen Booking Hotel Batal
News
Ponpes
Oknum Pimpinan Ponpes di Kramatwatu Dilaporkan ke Polda Banten, Diduga Cabuli Santriwati 14 Tahun
News
ISPA
Kasus ISPA di Banten Tembus 4.498 Saat Gunung Anak Krakatau Erupsi
News
Sawah di Kota Serang
17 Hektare Sawah di Kota Serang Gagal Panen
News
arisan fiktif
Puluhan Warga Lebak-Pandeglang Diduga Jadi Korban Arisan Fiktif, Kerugian Rp2,8 Miliar
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan