linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Hari Raya Galungan, Saatnya Memasang Penjor
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Pendidikan > Hari Raya Galungan, Saatnya Memasang Penjor
Pendidikan

Hari Raya Galungan, Saatnya Memasang Penjor

Hilal Ahmad 29 Februari 2024
Share
waktu baca 5 menit
Hari raya Galungan (Foto : Liputan 6)
Hari raya Galungan (Foto : Liputan 6)
SHARE

linimassa.id – Pada 28 Februari 2024 diperingati sebagai Hari Raya Galungan. Ini merupakan perayaan penting dalam tradisi agama Hindu di Indonesia.

Contents
Asal MulaMaknaKuningan

Momen yang dinantikan dengan penuh antusiasme dan kegembiraan setiap tahunnya ini seperti dikutip dari situs resmi Kabupaten Badung, Provinsi Bali, dating setiap 6 bulan sekali kalender Bali.

Seperti diketahui penanggalan atau kalender Bali setiap bulannya berjumlah 35 hari, sehingga Galungan datangnya setiap 210 hari sekali tepatnya pada hari Rabu (Budha) Kliwon Wuku Dungulan.

Pada saat perayaan Galungan cukup meriah, karena ciri khasnya setiap warga yang merayakan akan memasang penjor di sebelah kanan pintu masuk masing-masing pekarangan rumah, kantor ataupun perusahaan.

 

Asal Mula

Sejarah Hari Raya Galungan menjadi hal menarik untuk diketahui. Ini berhubungan juga dengan penamaan beberapa tempat di Bali termasuk sejarah dan latar belakang Pura Tirta Empul di Tampak Siring.

Kata Galungan berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti bertarung atau menang, Galungan juga berasal dari Dungulan yang berarti menang.

Di kalender Bali wuku kesebelas bernama Dungulan sedangkan di Jawa bernama wuku Galungan, namanya memang berbeda, tetapi memiliki arti sama yaitu kemenangan.

Menurut lontar Purana Bali Dwipa, Hari Raya Galungan tersebut pertama kali dirayakan di Bali pada hari purnama Kapat tepat Budha Kliwon Dungulan, tanggal 15, tahun saka 804 atau 882 Masehi.

Hari Raya Galungan memiliki akar dalam mitologi Hindu dan legenda Bali. Salah satu cerita yang paling terkenal adalah legenda mengenai kemenangan Dharma atas Adharma yang diwakili oleh Dewa Indra melawan raja setan, Mayadenawa.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menurut legenda tersebut, Mayadenawa adalah seorang raja yang sombong dan berkuasa. Dia menolak untuk memuja Dewa dan mengganggu kesejahteraan masyarakat. Dalam perlawanan untuk memastikan Dharma tetap ada, Dewa Indra turun ke bumi dan berperang melawan Mayadenawa.

Setelah kemenangan Dewa Indra, Galungan diperingati untuk memperingati kemenangan Dharma atas Adharma dan sebagai ungkapan syukur atas kedamaian yang dipulihkan.

Perayaan dimulai dengan upacara di pura (tempat ibadah Hindu), diikuti dengan persembahan makanan kepada leluhur, dan dihiasi dengan penjor yang merupakan simbol dari Gunung Agung, gunung suci bagi umat Hindu Bali.

Dengan menyatukan nilai-nilai agama, budaya, dan sejarah, Hari Raya Galungan tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga sebuah perayaan kebersamaan dan solidaritas di antara umat Hindu Bali serta menjadi daya tarik budaya yang unik bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali.

 

Makna

Laman Liputan 6 menjabarkan makna Hari Raya Galungan”

  1. Kemenangan Dharma atas Adharma

Galungan memperingati kemenangan Dharma (kebenaran, keadilan, dan ketertiban) atas Adharma (ketidakbenaran, ketidakadilan, dan kekacauan). Ini mencerminkan perjuangan antara kebaikan dan kejahatan dalam kehidupan manusia.

  1. Hormat kepada Leluhur

Hari Raya Galungan juga adalah waktu untuk menghormati leluhur dan roh leluhur yang telah meninggalkan dunia ini. Pemujaan kepada leluhur dilakukan dengan memasang “penjor” (tiang hiasan) di depan rumah-rumah dan memberikan persembahan kepada mereka.

  1. Harmoni dengan Alam Semesta

Perayaan ini juga menandai kesadaran akan hubungan yang harmonis antara manusia, alam semesta, dan Tuhan. Ini mencerminkan konsep Tri Hita Karana dalam kehidupan Hindu, yang menekankan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

 

Kuningan

Hari Raya Galungan dan Hari Raya Kuningan merupakan dua hari besar atau hari raya keagamaan bagi umat Hindu. Keduanya merupakan perayaan hari raya suci keagamaan Hindu yang berbeda namun saling berkaitan satu sama lain.

Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan dirayakan dua kali dalam setahun pada tanggal yang berbeda untuk masing-masing perayaannya. Ini perbedaannya.

Mengutip dari situs resmi Pemerintahan Kabupaten Buleleng, Hari Raya Galungan adalah hari raya suci keagamaan Hindu yang diperingati untuk menyatukan kekuatan rohani supaya mendapatkan pikiran dan pendirian yang tenang. Hari Raya Galungan dirayakan setiap hari Rabu pada wuku Dungulan.

Sementara Hari Raya Kuningan adalah hari raya suci keagamaan Hindu yang diperingati untuk memohon keselamatan, perlindungan, dan tuntunan lahir batin kepada Dewa, Bhatara, dan para Pitara. Disebut juga Tumpek Kuningan, Hari Raya Kuningan dirayakan setiap hari Sabtu pada wuku Kuningan.

Kata ‘Kuning’ dalam kata ‘Kuningan’ memiliki arti ‘Berwarna kuning’ dan wuku yang keduabelas. Wuku adalah kalender Bali, yang mana sistem perhitungannya adalah 1 wuku sama dengan 7 hari dan 1 tahun kalender wuku terdapat 420 hari. Jarak antara Galungan dan Kuningan adalah 10 hari berdasarkan kalender Bali. (Hilal)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Ad imageAd image
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
12 Maret 2026
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

Alun-alun Kota Serang
Alun-alun Kota Serang Akan Disulap Jadi Ikon Baru Ibu Kota Provinsi
News
Truk Listrik
Investasi Rp10 Triliun untuk Pabrik Truk Listrik Siap Masuk Cilegon
News
Seba Baduy
Seba Baduy 2026: Catat Jadwal Lengkap Acaranya agar Tidak Terlewat
Kultur
Jalan Rawabuntu
Warga Keluhkan Penyempitan Jalan Depan SPBU BP AKR Rawabuntu Tangsel
News
MBG di Cilegon
Dugaan Siswa Keracunan MBG di Cilegon, Wali Kota Usulkan Penutupan Sementara Dapur
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?