PANDEGLANG, LINIMASSA.ID – Puluhan warga Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, menggelar doa bersama pada hari ke-10 pencarian Speed Boat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Kegiatan tersebut turut dihadiri keluarga korban dan Kepala Desa Sukajadi, Sandi. Doa bersama digelar sebagai bentuk dukungan kepada keluarga sekaligus ikhtiar agar lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hingga kini belum ditemukan dapat segera diketahui keberadaannya.
Delapan orang yang masih dalam pencarian tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas, jurnalis ANTARA; Ari Basuki, jurnalis Merdeka; Yudhis, jurnalis iNews; Daus, jurnalis Anadolu; serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Selain itu, terdapat tiga kru kapal, yakni Warta (55) selaku kapten, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) yang bertugas sebagai pemandu wisata.
Peristiwa tersebut bermula ketika rombongan dilaporkan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menaiki Speed Boat Arupadhatu 1 dengan tujuan kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas gunung api yang ketika itu berstatus Level III atau Siaga.
Namun, dalam perjalanan, kapal tersebut kemudian dilaporkan kehilangan kontak di kawasan perairan Selat Sunda.
Doa bersama yang dilakukan warga Carita bukan merupakan bentuk solidaritas pertama. Sebelumnya, masyarakat setempat juga menggelar prosesi larung laut dengan menggunakan seekor kerbau pada Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar warga untuk mendoakan agar seluruh korban segera ditemukan.
Warga Carita Doa Bersama
Kepala Desa Sukajadi Sandi mengatakan, doa bersama kembali dilakukan pada Kamis (17/9/2026) sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap para korban dan keluarganya.
“Pada siang ini gelar doa bersama jemaah Majelis At-Ta’aruf, dengan PPDI (Persatuan Perangkat Desa Indonesia) Kabupaten Pandeglang dan warga lokal. Kita berdoa bersama semoga ada titik temu tentang hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal,” ujar Sandi, Kamis (17/9/2026).
Menurut Sandi, berbagai upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal. Selain melibatkan Tim SAR Gabungan, pencarian juga dilakukan secara mandiri oleh dirinya bersama pihak keluarga korban.
“Upaya pencarian sudah ke mana-mana dan beberapa kali ke kawasan Gunung Anak Krakatau juga. Namun memang sampai hari ke-10 pencarian masih nihil,” tuturnya.
Sandi berharap operasi pencarian berskala besar yang dilakukan Basarnas dapat kembali diperpanjang. Menurutnya, keputusan tersebut penting karena hingga memasuki hari ke-10 belum terdapat kepastian mengenai keberadaan delapan orang yang hilang.
“Kami berharap Operasi SAR diperpanjang. Karena belum ada titik temu, lima jurnalis dan tiga kru kapal speed boat belum ketemu,” pungkasnya.

