KABUPATEN TANGERANG, LINIMASSA.ID – Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, terus menunjukkan perkembangan positif.
Memasuki hari ke-10 penanganan, Kamis 9 Juli 2026, tim gabungan berhasil mengendalikan sekitar 95 persen kobaran api.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyampaikan bahwa titik api di TPA Jatiwaringin yang masih tersisa diperkirakan hanya sekitar lima persen, dan saat ini masih menjadi fokus proses pemadaman di lapangan.
“Alhamdulillah, kondisi saat ini sudah jauh lebih baik. Sekitar 95 persen area yang terbakar telah berhasil dipadamkan, sedangkan sisanya terus kami tangani,” ujar Taufik saat berada di lokasi TPA Jatiwaringin, Kamis sore.
Ia menjelaskan, kebakaran di TPA Jatiwaringin mulai terjadi pada Selasa 30 Juni 2026 siang dan sejak saat itu menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Menurut Taufik, penanganan kebakaran dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak. Selain BPBD Kabupaten Tangerang, proses pemadaman juga melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten, Kementerian Lingkungan Hidup, organisasi perangkat daerah, serta para relawan.
“Kolaborasi seluruh instansi dan dukungan masyarakat sangat berperan dalam mempercepat proses pemadaman hingga kondisinya seperti sekarang,” katanya.
Kebakaran TPA Jatiwaringin Mereda
Meski sebagian besar api di TPA Jatiwaringin telah berhasil dikendalikan, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak muncul kembali titik-titik api baru.
Taufik berharap kondisi cuaca dapat membantu mempercepat tahapan tersebut. “Kami berharap turun hujan pada malam ini agar proses pendinginan bisa berlangsung lebih efektif,” tuturnya.
Sementara itu, terkait kemungkinan penerapan teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan, Taufik menjelaskan bahwa langkah tersebut belum dapat dilaksanakan.
Pasalnya, kondisi awan di wilayah utara Kabupaten Tangerang saat ini belum memenuhi persyaratan untuk pelaksanaan operasi tersebut.
“Untuk sementara hujan buatan belum memungkinkan karena kondisi awan di wilayah utara Kabupaten Tangerang belum mendukung,” pungkasnya.

