linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Apa itu DOMS? Penyebab, Mekanisme dan Cara Mengatasinya!
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Apa itu DOMS? Penyebab, Mekanisme dan Cara Mengatasinya!
Gaya Hidup

Apa itu DOMS? Penyebab, Mekanisme dan Cara Mengatasinya!

Arief 10 Juli 2024
Share
waktu baca 3 menit
Delayed Onset Muscle Soreness
Delayed Onset Muscle Soreness
SHARE

Linimassa.id – Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) adalah rasa nyeri dan kekakuan yang dialami otot beberapa jam hingga beberapa hari setelah melakukan aktivitas fisik yang tidak biasa atau intens. Berikut penjelasan lengkap dan detail mengenai DOMS:

Contents
Pengertian dan Penyebab DOMSMekanisme Terjadinya DOMSGejala DOMSPencegahan dan Pengelolaan DOMS

Pengertian dan Penyebab DOMS

DOMS merupakan fenomena umum yang sering dialami oleh individu setelah melakukan latihan fisik yang intens atau baru. DOMS biasanya muncul 12 hingga 24 jam setelah aktivitas fisik, mencapai puncaknya sekitar 24 hingga 72 jam, dan kemudian secara bertahap mereda.

Penyebab utama DOMS adalah kerusakan mikro pada serat otot yang terjadi selama aktivitas fisik, terutama saat melakukan gerakan eksentrik. Gerakan eksentrik adalah gerakan di mana otot memanjang di bawah beban, seperti saat menurunkan beban pada latihan angkat besi atau saat berlari menuruni bukit.

Mekanisme Terjadinya DOMS

  1. Kerusakan Mikro pada Serat Otot: Latihan fisik yang intens atau baru menyebabkan kerusakan mikro pada serat otot. Ini bukanlah kerusakan yang bersifat permanen, melainkan bagian dari proses adaptasi otot untuk menjadi lebih kuat.
  2. Respons Inflamasi: Kerusakan mikro pada serat otot memicu respons inflamasi tubuh. Sel-sel inflamasi seperti neutrofil dan makrofag bergerak ke area yang rusak untuk membantu proses perbaikan.
  3. Produksi Zat Kimia: Selama proses inflamasi, tubuh melepaskan zat kimia seperti prostaglandin dan histamin yang meningkatkan sensitivitas saraf di sekitar area yang rusak, menyebabkan rasa sakit.
  4. Pembengkakan: Respons inflamasi juga menyebabkan peningkatan aliran darah dan cairan ke area yang rusak, yang bisa menyebabkan pembengkakan dan menambah sensasi nyeri dan kekakuan.

Gejala DOMS

  • Nyeri otot yang mulai dirasakan 12 hingga 24 jam setelah aktivitas fisik.
  • Kekakuan otot dan penurunan rentang gerak.
  • Pembengkakan pada otot yang terlibat.
  • Sensitivitas otot yang meningkat saat disentuh atau digunakan.
  • Kekuatan otot yang berkurang sementara.

Pencegahan dan Pengelolaan DOMS

Pencegahan:

  1. Pemanasan dan Pendinginan: Melakukan pemanasan sebelum latihan dan pendinginan setelah latihan dapat membantu meminimalisir risiko DOMS.
  2. Peningkatan Intensitas Secara Bertahap: Meningkatkan intensitas dan durasi latihan secara bertahap memungkinkan otot beradaptasi dengan lebih baik, mengurangi risiko DOMS.
  3. Peregangan: Melakukan peregangan sebelum dan setelah latihan dapat membantu mengurangi kekakuan otot.

Pengelolaan:

  1. Istirahat dan Pemulihan: Memberikan waktu istirahat yang cukup bagi otot untuk pulih adalah kunci dalam mengelola DOMS.
  2. Kompres Dingin: Penggunaan kompres dingin pada area yang terasa nyeri dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri.
  3. Pijat: Pijat ringan pada otot yang terkena dapat membantu meningkatkan aliran darah dan mempercepat pemulihan.
  4. Konsumsi Anti-inflamasi: Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) seperti ibuprofen dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan.
  5. Aktivitas Ringan: Melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan atau berenang dapat membantu meningkatkan aliran darah dan mengurangi kekakuan otot.

DOMS adalah kondisi umum yang dialami setelah aktivitas fisik yang intens atau baru. Meskipun menyebabkan ketidaknyamanan sementara, DOMS merupakan bagian dari proses adaptasi tubuh untuk menjadi lebih kuat. Dengan pemanasan yang tepat, peningkatan intensitas latihan yang bertahap, serta teknik pengelolaan yang baik, risiko dan dampak DOMS dapat diminimalisir. (AR)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

Universitas Pamulang
PKM Universitas Pamulang di Desa Wisata Sukajadi Bogor: Perkuat Cerita Lokasl untuk Promosikan Pariwisata
Pendidikan
Banjir
Pasca Banjir, Plt Sekda Cilegon Tinjau Drainase di Ciwandan
News
ART
Terlilit Utang, ART di Kibin Nekat Bawa Pergi Anak Majikan
News
Korupsi Minyak Goreng
Kasus Dugaan Korupsi Minyak Goreng PT ABM Rp20,4 Miliar, Kejati Banten Dalami Peran Direktur PT Petrindo
News
Bapenda Banten
Bapenda Banten Sediakan 34 Ribu Hadiah Instan bagi Pembayar PKB
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?