LINIMASSA.ID – Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Muhammad Abdul Kianawawi, resmi menyandang gelar Duta Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) tahun 2026.
Pelantikan tersebut menjadi akhir dari rangkaian seleksi yang telah berlangsung sejak awal April di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untirta.
Tahapan seleksi Duta Pendidikan Bahasa Indonesia diawali dengan pembukaan dan taklimat pada 4 April, dilanjutkan sesi pembekalan pada 5 dan 11 April 2026.
Puncaknya pada 12 April 2026 dengan penetapan Tuan dan Puan Pendidikan Bahasa Indonesia. Proses ini melibatkan dewan juri, Himpunan Mahasiswa Jurusan, paguyuban duta sebelumnya, serta dosen dan alumni.
Kianawawi mengungkapkan bahwa terpilih sebagai Duta Pendidikan Bahasa Indonesia merupakan pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Ia merasa bangga sekaligus menyadari adanya tanggung jawab besar untuk mewakili dan membawa nama baik jurusan.
Menurutnya, peran duta tidak hanya sebatas tampil di depan publik, tetapi juga menjadi representasi jurusan dalam berbagai kesempatan. Ia menilai posisi tersebut memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi sekaligus membangun citra positif jurusan kepada masyarakat.
Motivasi untuk mengikuti ajang ini, kata dia, sudah muncul sejak sebelum dirinya masuk perguruan tinggi. Ia bahkan sempat menanamkan tekad untuk mencoba jika berhasil diterima sebagai mahasiswa.
Duta Pendidikan Bahasa Indonesia
Sang Duta Pendidikan Bahasa Indonesia juga mengakui bahwa dirinya dulu cenderung pemalu dan kurang percaya diri dalam bersosialisasi. Namun, dorongan untuk berkembang serta dukungan dari lingkungan sekitar membuatnya berani mengambil kesempatan tersebut sekaligus membuktikan kemampuannya.
Dalam proses seleksi, ia menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam membagi waktu antara kegiatan akademik, organisasi, dan persiapan.
Bahkan, menjelang penampilan bakat, ia sempat mengalami kebingungan dalam menentukan konsep hingga akhirnya harus melakukan persiapan dalam waktu yang sangat terbatas.
Meski demikian, dengan usaha dan improvisasi, ia tetap mampu memberikan penampilan maksimal di hadapan juri.
Ke depan, Kianawawi berencana menjalankan sejumlah program, seperti sosialisasi ke sekolah-sekolah dan pembuatan konten edukatif mengenai bahasa serta sastra Indonesia.
Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan minat dan pemahaman masyarakat terhadap bidang Pendidikan Bahasa Indonesia.
Ia menegaskan bahwa duta jurusan memiliki peran strategis sebagai penghubung antara jurusan, mahasiswa, dan masyarakat.
Oleh karena itu, ia ingin memanfaatkan amanah tersebut untuk memberikan kontribusi positif, khususnya dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia di bidang bahasa.
Di akhir, ia mengajak mahasiswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan Duta Pendidikan Bahasa Indonesia agar potensi yang dimiliki dapat berkembang dan memberikan dampak nyata bagi jurusan.



