linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Panglima TNI Sebut Diminta “Ngerem” soal Pembebasan Pilot Susi Air
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Panglima TNI Sebut Diminta “Ngerem” soal Pembebasan Pilot Susi Air
News

Panglima TNI Sebut Diminta “Ngerem” soal Pembebasan Pilot Susi Air

Nur M
5 April 2023
Share
waktu baca 2 menit
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono tingkatkan operasi militer hadapi KKB jadi siaga tempur. [Instagram]
SHARE

linimassa.id – Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan pihaknya akan mengedepankan cara persuasif dalam pembebasan pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens.

Diketahui, hampir dua bulan sudah pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.

Yudo mengatakan pihaknya menjalin komunikasi dengan tokoh agama dan masyarakat serta pemerintah setempat terkait pembebasan pilot Susi Air tersebut.

Dia juga mengungkapkan tokoh masyarakat dan Pj Bupati Nduga Namia Gwijangge meminta TNI bersabar dan tidak melancarkan operasi militer.

“Ini berdasarkan tokoh masyarakat maupun dari (Pj) Bupati Nduga yang selalu mengerem saya, meminta saya untuk sabar,” kata dia di Mabes TNI Cilangkap, Rabu (5/4/2023).

“Karena nanti dampaknya akan lebih besar lagi, kerugiannya akan lebih berdampak besar untuk masyarakat kita,” imbuh Panglima TNI.

Yudo menyebut tidak ada target waktu dalam pembebasan pilot Philip Mark Mehrtens.

Hal itu karena penyanderaan tersebut berbeda dengan kasus lain. Sehingga upaya penyelamatan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.

“Nggak ada target harus berapa hari. Kami targetnya adalah bisa dilepaskan dengan selamat dan tidak ada masyarakat yang terdampak menjadi korban,” tegasnya.

Yudo menjelaskan pihaknya tak guna cara militer dalam pembebasan pilot Susi Air karena risikonya tinggi. Terutama keselamatan korban.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Apabila saya bebaskan dengan cara militer, saya sudah monitor dari pembicaraan, ‘nanti kalau ketemu TNI bunuh saja, tembak saja, nanti biar TNI yang dituduh membunuh pilot ini’,” katanya.

Di samping itu, kata Yudo, pembebasan dengan cara militer juga mengancam keselamatan warga. Karena itu ia tidak menginginkan hal tersebut terjadi.

“Kalau saya menggunakan operasi militer juga bisa, menyerang secara militer. Saya punya alat, punya prajurit yang profesional untuk itu, tapi nanti siapa korbannya? Masyarakat pasti,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Selasa (7/2), pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens disandera KKB setelah mendaratkan pesawat jenis Pilatus Porter di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga.

Selain menyandera Philip, KKB juga membakar pesawat milik maskapai Susi Air tersebut.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

LBGTQ
Masuk Kategori Ancaman Nonmiliter, Pemkot Cilegon Percepat Penyusunan Perwal Pencegahan LGBTQ
News
Pedagang sayur keliling
Begal di Padarincang, Motor Pedagang Sayur Keliling Dijatuhkan Pakai Gedebok Pisang
News
Kekeringan di Kota Serang
Kekeringan di Kota Serang, 351 KK di Kasemen Alami Krisis Air Bersih
News
LPTQ Kota Tangsel
Anggaran Hibah LPTQ Kota Tangsel Capai Rp11 Miliar, Juara 3 Hafizh Indonesia Curhat Gagal Pembinaan
News
HMI Komipam
Djuhardi Hakim Siap Perkuat Kaderisasi dan Soliditas HMI Komipam
Pendidikan
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan