linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Wajib Tahu! Fakta Unik Tentang Hari Nyepi di Bali
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Khazanah > Wajib Tahu! Fakta Unik Tentang Hari Nyepi di Bali
Khazanah

Wajib Tahu! Fakta Unik Tentang Hari Nyepi di Bali

Arief 21 Maret 2023
Share
waktu baca 5 menit
Perayaan Hari Raya Nyepi
Perayaan Hari Raya Nyepi
SHARE

Linimassa.id – Hari raya nyepi menjadi salah satu hari besar yang dinanti-nantikan masyarakat hindu Bali di Indonesia. Berbeda dengan upacara lain yang begitu semarak.

Hari raya nyepi ini justru memberikan sensasi unik bagi Pulau Dewata. Bali yang biasanya meriah, pada saat perayaan nyepi Bali jadi mendadak diam dan menjadi tenang serta tak bergeming seharian penuh.

Padahal di hari-hari sebelumnya, Bali punya suasana yang jauh lebih meriah dengan beragam tradisi dan upacara adatnya.

Mulai dari tak ada warga yang beraktivitas, padamnya layanan seluler hingga satu-satunya di dunia.

Nah, ini dia sederet fakta unik tentang hari nyepi yang hanya bisa ditemukan saat perayaan ini berlangsung di Bali.

PROSESI RANGKAIAN PERAYAAN HARI RAYA NYEPI

Hari Raya Nyepi dilakukan mulai pukul 06.00 sampai 06.00 paginya. Seperti perayaan Hari Raya yang lainnya, pada Hari Raya Nyepi terdapat berbagai rangkaian upacara yang harus dilalui. Apa saja sih rangkaian upacara dalam perayaan Hari Raya Nyepi, yuk simak dibawah ini

MELASTI

Yang pertama dilakukan adalah Melasti. Upacara Melasti dilakukan dua atau tiga hari sebelum Hari Raya Nyepi diadakan. Proses upacara yang satu ini dengan mengusung  pralingga dan pratima Ida Bhatara serta segala perlengkapannya ke samudra ataupun mata air yang dianggap suci lainnya dengan hati yang bersih, suci, dan khidmat.

UPACARA BHUTA YADNYA

- Advertisement -
Ad imageAd image

Satu hari sebelum Nyepi, umat Hindu melaksanakan upacara Bhuta Yadnya. Tujuan dari upacara ini adalah menunjukkan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Batara Kala, agar tidak mengganggu para umat. Buta Kala sendiri di kalangan orang Hindu dianggap akan menimbulkan penyakit, malapetaka bahkan kematian. Saat upacara berlangsung, seluruh umat Hindu akan mengambil salah satu cara atau semacam sesajen sesuai dengan tingkatannya.

NGERUPUK/PENGERUPUKAN (PAWAI OGOH-OGOH)

Salah satu budaya ikonik yang terlihat saat Nyepi yakni Ogoh-ogoh. Meskipun sebenarnya Ogoh-ogoh tidak memiliki hubungan langsung dengan Hari Raya Nyepi. Patung yang terbuat dari bambu, kertas, dan berbagai bahan sederhana lainnya merupakan hasil kreativitas untuk menyambut Ngerupuk. Ngerupuk atau Pengerupukan biasanya memiliki beberapa ritual seperti menabur nasi tawur, menaburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda atau biasanya kentongan hingga menimbulkan suara yang gaduh. Prosesi ini bertujuan untuk mengusir Buta Kala dari rumah warga. Perwujudan Buta Kala itu lah ogoh-ogoh diciptakan.

BERLANGSUNGNYA HARI RAYA NYEPI

Hari selanjutnya tepat tanggal 1 bulan ke 10 barulah dilaksanakan Hari Raya Nyepi. Pada prinsipnya, Hari Raya Nyepi dilaksanakan untuk meredakan hawa nafsu panca indra. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kebahagiaan yang dinamis agar kualitas hidup meningkat. Nah, ketika sedang melaksanakan Hari Raya Nyepi, umat Hindu melakukan Brata (menahan hawa nafsu seperti berpuasa), Yoga (menjalani hubungan jiwa dengan paramatma/Tuhan), Tapa (latihan ketahanan menderita),  dan Samadi (manunggal kepada Tuhan yang bertujuan untuk kesucian lahir batin).

NGEMBAK GENI (NGEMBAK API_

Di hari setelah Hari Raya Nyepi, umat Hindu melakukan Ngembak Geni yaitu silaturahmi atau yang biasa disebut Dharma Santi. Umat Hindu melakukan maaf-maafan antara keluarga dan tetangga dan berharap menjalani tahun baru dengan hati yang bersih dan lebih baik lagi. Inti dari Dharma Santi adalah memandang semua manusia itu sama ciptaan dari Sang Hyang Widhi Wasa.

OMED-OMEDAN

Tradisi Omed-omedan hanya bisa ditemui di daerah Sesetan, Denpasar. Tradisi yang dilakukan oleh pemuda-pemudi yang belum menikah dengan usia 17-30 tahun ini cukup unik. Dimulai dari sembahyang bersama, selanjutnya pria dan wanita akan dibagi menjadi 2 kelompok yang nantinya akan tarik menarik, berpelukan, hingga bercium pipi sambil disiram air oleh masyarakat yang datang.

MEBUUG-BUUGAN

Mebuug-buugan dilakukan oleh Desa Adat Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Mereka akan mengotori diri dengan lumpur atau perang lumpur dengan tujuan membersihkan diri menyambut tahun baru. Selanjutnya menuju Pantai Barat untuk membersihkan lumpur yang ada.

Demikian sederet fakta unik tentang hari raya nyepi yang hanya terjadi di Bali. (AR)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Ad imageAd image
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
12 Maret 2026
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

Pantai Bagedur
Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur
News
Kejari Kota Tangsel
Sidang Kasus Sabu 30 Kg, JPU Kejari Kota Tangsel Hadirkan Tersangka Utama dari Cipinang
News
DPRD Kota Tangsel
Pansus RTRW DPRD Tangsel Tinjau Aliran Sungai di Bintaro Jaya Xchange Mall: Ada Perubahan Fungsi Lahan
News
SPPG di Kabupaten Serang
6 SPPG di Kabupaten Serang Kena Suspen BGN
News
pencabulan anak di Cilegon
18 Kasus Pencabulan Anak di Cilegon Selama 2026
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?