SERANG, LINIMASSA.ID – Koalisi Masyarakat Bojonegara-Puloampel mendesak Pemerintah Provinsi atau Pemprov Banten segera merealisasikan langkah nyata untuk mengatasi kemacetan yang selama bertahun-tahun terjadi di ruas Jalan Bojonegara-Puloampel.
Desakan tersebut disampaikan dalam forum pembahasan penanganan kemacetan yang dihadiri Gubernur Banten Andra Soni pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Perwakilan masyarakat Kecamatan Kramatwatu, Adam, mengungkapkan bahwa persoalan kemacetan di jalur Bojonegara-Puloampel tersebut telah menjadi perhatian sejak tahun 2000.
Namun, hingga kini pengguna jalan masih harus menghadapi kepadatan kendaraan hampir setiap hari.
“Persoalan Bojonegara-Puloampel ini sudah dibahas sejak tahun 2000. Kami berharap bersama Pak Gubernur, setelah 26 tahun, persoalan ini akhirnya dapat diselesaikan,” ujarnya.
Menurut Adam, bertambahnya aktivitas kendaraan angkutan tambang menjadi salah satu faktor yang memperparah kemacetan. Kondisi itu terjadi setelah sebagian kegiatan pertambangan di wilayah Jawa Barat bergeser ke Provinsi Banten.
Kemacetan Jalur Bojonegara-Puloampel
Selain menunggu pembangunan jalan Bojonegara-Puloampel terealisasi, ia meminta pemerintah menerapkan langkah cepat dengan memperketat pengawasan terhadap operasional truk tambang.
Menurutnya, aturan mengenai jam operasional sebenarnya telah tersedia, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah pengawasan yang lebih maksimal dari instansi terkait bersama aparat kepolisian.
“Peraturan gubernur sudah ada. Tinggal bagaimana pengawasannya diperkuat oleh Dinas Perhubungan dan kepolisian. Aspek keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian utama,” katanya.
Adam juga mengusulkan agar masyarakat diberi ruang untuk berpartisipasi dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED) proyek pelebaran jalan.
Menurutnya, warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut memiliki pengetahuan mengenai lokasi-lokasi yang sering menjadi titik kemacetan sehingga dapat memberikan masukan yang bermanfaat.
Ia menilai keterlibatan masyarakat akan membantu menghasilkan perencanaan yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan, meskipun warga tidak memiliki latar belakang teknis.
Di akhir penyampaiannya, Adam berharap proyek pembangunan jalan yang tengah disiapkan Pemprov Banten benar-benar menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan di kawasan industri Bojonegara-Puloampel, sehingga mobilitas masyarakat maupun aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih lancar.

