linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Kekeringan di Kabupaten Serang Meluas, 9 Desa Terdampak
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Kekeringan di Kabupaten Serang Meluas, 9 Desa Terdampak
News

Kekeringan di Kabupaten Serang Meluas, 9 Desa Terdampak

Andra
5 Agustus 2026
Share
waktu baca 4 menit
Kekeringan di Kabupaten Serang
kekeringan di Kabupaten Serang meluas
SHARE

SERANG, LINIMASSA.ID – Musim kemarau atau kekeringan di Kabupaten Serang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih.

Hingga saat ini, sebanyak sembilan desa yang tersebar di lima kecamatan tercatat mengalami kekeringan. Jumlah wilayah terdampak pun berpotensi bertambah seiring berlangsungnya musim kemarau.

Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, desa yang terdampak kekeringan di Kabupaten Serang meliputi Desa Mekarsari, Walikukun, Ragas Masigit, dan Teras di Kecamatan Carenang.

Kemudian, Desa Domas dan Wanayasa di Kecamatan Pontang, Desa Bojong Nangka di Kecamatan Petir, Desa Cakung di Kecamatan Binuang, serta Desa Pontang Legon di Kecamatan Tirtayasa.

Secara keseluruhan, kekeringan di Kabupaten Serang tersebut telah berdampak terhadap sekitar 6.745 kepala keluarga (KK).

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, persoalan kemarau panjang dan kekeringan di Kabupaten Serang turut menjadi pembahasan dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Serang.

Kondisi tersebut disebut berkaitan dengan fenomena El Nino Gozilla yang memicu berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah.

Menurut Zakiyah, beberapa desa telah mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD Kabupaten Serang. Pemerintah daerah pun meminta BPBD memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat penanganan di wilayah yang mengalami kesulitan air.

“BPBD sudah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten maupun dengan perusahaan untuk menyuplai air bersih kepada warga kami yang mengalami kesulitan air bersih,” ujar Zakiyah, Selasa, 4 Agustus 2026.

Selain menyalurkan bantuan air, Pemkab Serang juga meminta BPBD melakukan langkah mitigasi melalui pemetaan daerah yang berpotensi mengalami kekeringan. Pemetaan tersebut dilakukan sebagai dasar untuk menentukan langkah antisipasi dan prioritas penanganan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Tentunya muaranya, kami menginginkan agar warga kami tidak mengalami kekurangan air bersih. Kita juga melakukan pemetaan terhadap upaya-upaya yang akan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan,” katanya.

Zakiyah menilai kondisi kekeringan di Kabupaten Serang masih dapat dikendalikan. Oleh karena itu, pemerintah daerah belum menetapkan status darurat bencana.

“Kita lihat kemungkinan itu, namun sampai saat ini belum kami lakukan karena kondisinya masih bisa kita tangani. Kalau keadaannya semakin meluas, tentunya kami akan tetapkan status darurat bencana,” tegasnya.

Selain ancaman kekurangan air bersih, pemerintah daerah juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran lahan selama musim kemarau. BPBD diminta meningkatkan kesiapsiagaan agar dampak kebakaran dapat diminimalkan.

Zakiyah turut mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat serta tidak melakukan pembakaran lahan yang berisiko memicu kebakaran.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan air sebijak mungkin. Kedua, jangan melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran,” ujarnya.

Kekeringan di Kabupaten Serang Meluas

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat mengatakan, hasil pemetaan menunjukkan terdapat sembilan desa di lima kecamatan yang telah mengalami kekeringan di Kabupaten Serang.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD telah menggandeng sejumlah pihak dalam penanganan bencana tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

“Total ada sebanyak 15 tangki air bersih atau sekitar 91,5 ribu liter air bersih yang sudah disalurkan kepada warga Kabupaten Serang. Kita dibantu juga oleh perusahaan dan organisasi kemasyarakatan seperti Paguyuban Urang Banten,” kata Ajat.

Dalam menghadapi kemungkinan meluasnya dampak kekeringan, BPBD Kabupaten Serang juga menggelar rapat koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, BMKG, serta unsur organisasi kemasyarakatan.

“Kita paparkan kondisi terkini di Kabupaten Serang serta identifikasi wilayah terdampak kekeringan, setelah itu kita tetapkan wilayah prioritas penanganan kekeringannya,” ujarnya.

BPBD juga telah menyiapkan kebutuhan logistik, peralatan, dan personel untuk mendukung upaya penanganan kekeringan di Kabupaten Serang. Kolaborasi lintas sektor terus diperkuat agar bantuan dapat segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Intinya, kita melakukan kolaborasi lintas sektor untuk penanganan kekeringan di Kabupaten Serang,” tegasnya.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

Mahasiswa
Aksi Ricuh di Perempatan Ciceri, 3 Mahasiswa Dijatuhi Hukuman hingga 7 Bulan 15 Hari
News
Kepala SPPG di Banten
BGN Pecat 10 Kepala SPPG di Banten, Identitas dan Wilayah Penugasan Belum Diungkap
News
Program MBG
Pemprov Banten Dirikan Pusat Koordinasi Program MBG
News
Tambang di Bojonegara
Aktivitas Tambang di Bojonegara Diduga Merambah Cilegon, Langgar Perda RTRW
News
Kecamatan di Banten
55 Kecamatan di Banten Alami Krisis Air Bersih
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan