CILEGON, LINIMASSA.ID – Puluhan pencari kerja di Kota Cilegon diduga menjadi korban penipuan bermodus rekrutmen karyawan dengan mencatut nama PT Chandra Asri.
Para korban mengaku diminta membayar sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi vaksin booster sebelum diterima bekerja.
Salah satu korban pencari kerja di Kota Cilegon, Eman, mengatakan dugaan penipuan tersebut mulai terungkap pada Senin 6 Juli 2026, ketika orang yang menjanjikan pekerjaan sudah tidak bisa lagi dihubungi.
Berdasarkan pendataan sementara, jumlah korban diperkirakan lebih dari 20 orang dan sebagian besar berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
“Korban lebih dari 20 orang. Kasus penipuan pencari kerja di Kota Cilegon ini baru diketahui hari Senin,” kata Eman, Rabu 8 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pelaku menawarkan kesempatan bekerja dengan mengatasnamakan PT Chandra Asri. Setelah itu, para pencari kerja diminta menyerahkan uang sekitar Rp100 ribu yang disebut sebagai biaya pembuatan sertifikat vaksin booster, yang diklaim menjadi salah satu syarat administrasi.
Penipuan Pencari Kerja di Kota Cilegon
Belakangan diketahui, penipuan pencari kerja di Kota Cilegon dimintai uang pembuatan setifikat vaksin yang dijanjikan, diduga tidak pernah dibuat, sementara uang yang telah disetorkan para korban juga belum dikembalikan.
“Setahu saya ada yang diminta membayar sekitar Rp100 ribu untuk vaksin booster. Ternyata vaksinnya diduga tidak ada dan uangnya juga belum kembali. Yang menjadi korban kebanyakan masyarakat kurang mampu,” ujarnya.
Eman mengaku pertama kali mengenal terduga pelaku melalui rekomendasi seorang teman. Seluruh proses komunikasi berlangsung melalui aplikasi WhatsApp sehingga para korban tidak menaruh kecurigaan karena informasi berasal dari orang yang mereka kenal.
Namun, ketika para korban mulai meminta kepastian terkait proses penerimaan kerja, pelaku diduga menghilang. Nomor WhatsApp milik para korban bahkan disebut telah diblokir sehingga komunikasi terputus.
“Orangnya sudah tidak bisa dihubungi, semua nomor korban diblokir,” tuturnya.
Sementara itu, sebuah unggahan yang beredar di media sosial Facebook mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang mengatasnamakan PT Chandra Asri.
Dalam unggahan tersebut, korban juga mengajak masyarakat menyebarluaskan informasi tersebut sebagai langkah pencegahan agar tidak muncul korban lainnya.

