LEBAK, LINIMASSA.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mencatat, ada endemis Demam Berdarah Dengue atau DBD di Lebak tersebar di sepuluh kecamatan.
Sepuluh kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Rangkasbitung, Kecamatan Cibadak, Kecamatan Kalanganyar, Kecamatan Cimarga, Kecamatan Cikulur, Kecamatan Maja, Kecamatan Sajira, Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Malingping, dan Kecamatan Bayah.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Lebak, Rohmat Puji Raharjo, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena saat ini masih memasuki musim hujan yang berpotensi meningkatkan penyebaran DBD di Lebak akibat nyamuk Aedes aegypti.
Ia mengimbau warga untuk terus menerapkan gerakan 3M Plus, seperti menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Menurut data Dinkes, hingga tahun 2026 tercatat sebanyak 391 kasus DBD di Lebak. Kecamatan Rangkasbitung menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 57 kasus.
Disusul Kecamatan Cibeber sebanyak 34 kasus dan Kecamatan Kalanganyar dengan 26 kasus.
Rohmat menilai kawasan perkotaan masih menjadi daerah yang paling rentan terhadap penyebaran DBD karena kepadatan penduduk yang tinggi.
Kasus DBD di Lebak
Ia juga menjelaskan bahwa pada tahun 2025 jumlah kasus DBD di Lebak mencapai 1.202 kasus dengan dua korban meninggal dunia. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 3.041 kasus dan menyebabkan 10 kematian.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari adanya genangan air di sekitar rumah, terutama selama musim penghujan berlangsung.
Selain menjalankan 3M Plus, warga juga disarankan rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk penyebab DBD.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra, menambahkan bahwa tiga wilayah perkotaan yang paling rawan DBD adalah Kecamatan Rangkasbitung, Kecamatan Cibadak, dan Kecamatan Kalanganyar karena tingkat kepadatan penduduknya cukup tinggi.
Ia menegaskan, nyamuk Aedes aegypti umumnya berkembang biak di genangan air bersih yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyebaran DBD di Lebak.



