SERANG, LINIMASSA.ID – Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa masuknya investasi di Banten harus sejalan dengan terbukanya peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Buruh yang digelar oleh Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, pada Minggu, 3 Maret 2026.
Ia mengungkapkan rasa syukur karena minat investor untuk investasi di Banten masih tinggi. Kondisi ini diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi warga setempat.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Banten telah menjalin kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia serta pelaku industri.
Kolaborasi investasi di Banten ini difokuskan pada pengembangan pusat-pusat vokasi agar tenaga kerja asal Banten memiliki daya saing yang lebih baik dibanding pencari kerja dari daerah lain.
Dalam kesempatan itu, Andra juga menyerap berbagai aspirasi dari para buruh.
Investasi di Banten Harus Serap Tenaga Kerja Lokal
Salah satu yang disoroti investasi di Banten adalah kondisi infrastruktur jalan, terutama di kawasan industri, yang masih gelap dan mengalami kerusakan akibat musim hujan panjang.
Selain itu, ia turut menanggapi keluhan terkait praktik percaloan tenaga kerja yang dinilai merugikan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk memberantas praktik tersebut dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Ia menegaskan, jika ditemukan aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat dalam praktik percaloan, maka akan diberikan sanksi tegas sebagai bentuk komitmen menciptakan keadilan dalam akses pekerjaan.



