PANDEGLANG, LINIMASSA.ID – Pemerintah Kabupaten Pandeglang berencana melakukan pembaruan menyeluruh terhadap Pasar Badak Pandeglang yang kondisinya dinilai sudah menua dan mengalami berbagai kerusakan.
Revitalisasi ini ditujukan agar pasar tampil lebih modern, tertata, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Pandeglang, Bunbun Buntaran, menyampaikan bahwa Pasar Badak Pandeglang dibangun sejak awal 2000-an dan kini telah berusia sekitar 26 tahun.
Ia menilai kondisi bangunan saat ini sudah banyak mengalami kebocoran dan kelembapan, sehingga perlu segera dilakukan perbaikan menyeluruh.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan revitalisasi Pasar Badak Pandeglang ke Kementerian Perdagangan RI.
Dari tiga pasar yang diajukan, yakni Pasar Picung, Pasar Bojong, dan Pasar Badak, pemerintah pusat memberikan indikasi untuk memprioritaskan Pasar Badak.
Pasar Badak Pandeglang Bakal Direvitalisasi
Menurut Bunbun, proposal yang diajukan telah dilengkapi dengan berbagai dokumen pendukung seperti DED, FS, serta dokumentasi kondisi terkini Pasar Badak Pandeglang.
Konsep yang diusung adalah pasar modern yang tetap memperhatikan nilai humanis, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Selain itu, Pasar Badak Pandeglang juga direncanakan menjadi percontohan pasar berbasis digital di Pandeglang. Para pedagang nantinya akan didorong untuk memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS, serta mengembangkan penjualan secara daring.
Dalam tahap persiapan, DKUPP telah mulai melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar mereka memahami urgensi revitalisasi. Sejumlah perwakilan pedagang juga telah diundang untuk mendapatkan penjelasan terkait rencana tersebut.
Terkait penataan sementara, pemerintah telah menyiapkan beberapa alternatif lokasi relokasi bagi pedagang, seperti di area Terminal Kadubanen, Terminal Labuan, dan Pasar Timur, yang nantinya akan disesuaikan dengan kapasitas yang tersedia.
Untuk pendanaan, proyek ini diperkirakan membutuhkan anggaran lebih dari Rp50 miliar, dengan rencana pembangunan hingga empat lantai yang mampu menampung sekitar 700 hingga 800 kios. Oleh karena itu, kemungkinan akan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum.
Bunbun menambahkan, tim dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian PU dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke Pandeglang pada akhir April guna menilai kondisi pasar secara lebih detail.
Ia berharap rencana revitalisasi ini dapat segera terealisasi sehingga Pasar Badak menjadi contoh pasar modern yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.



