SERANG, LINIMASSA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berencana melakukan perbaikan terhadap 40 sekolah di Kabupaten Serang berupa ruang kelas dari jenjang SD, SMP, hingga PAUD pada tahun 2026 dengan menggunakan dana APBD.
Program tersebut mencakup 25 sekolah dasar, 14 sekolah menengah pertama negeri, serta satu PAUD, yakni TK Pembina di Kramatwatu.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pendidikan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Christiansyah Pagua Amran, menjelaskan bahwa perbaikan sekolah di Kabupaten Serang akan difokuskan pada ruang kelas yang mengalami kerusakan tingkat sedang hingga berat.
Langkah ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Penanganan sekolah di Kabupaten Serang akan disesuaikan dengan kondisi kerusakan masing-masing bangunan, baik melalui rehabilitasi maupun pembangunan ruang baru.
Untuk tingkat SD, terdapat 25 sekolah yang akan diperbaiki dengan total anggaran sekitar Rp9,5 miliar. Pekerjaan meliputi perbaikan ruang kelas, pembangunan ruang baru, pembuatan pagar, toilet, atap, hingga fasilitas perpustakaan.
Sekolah di Kabupaten Serang
Sementara itu, 14 SMP negeri akan mendapatkan rehabilitasi dengan anggaran sekitar Rp10,8 miliar. Perbaikan sekolah di Kabupaten Serang mencakup ruang kelas, UKS, toilet, atap, serta pembangunan ruang baru dan perpustakaan.
Adapun untuk PAUD, hanya satu lokasi yang menjadi sasaran, yakni TK Pembina Kramatwatu, dengan fokus pembangunan perpustakaan dan anggaran sekitar Rp208 juta.
Saat ini, proses masih berada pada tahap pemilihan konsultan perencana. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebelum masuk ke tahap pembangunan fisik.
Pemerintah menargetkan pengerjaan fisik dapat dimulai pada Juni 2026 dan selesai paling lambat November di tahun yang sama, dengan estimasi waktu pelaksanaan sekitar empat bulan.
Jumlah sekolah di Kabupaten Serang yang diperbaiki tahun ini meningkat dibandingkan 2025, yang hanya mencakup 10 sekolah dengan total anggaran Rp3,5 miliar. Diharapkan, peningkatan ini dapat mengurangi jumlah bangunan sekolah yang rusak di wilayah Kabupaten Serang.



