LINIMASSA.ID – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri melakukan upaya evakuasi terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran, ada dua warga Banten yang perlu dievakuasi dari Iran.
Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut setelah adanya serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data sementara, terdapat sedikitnya dua WNI yang berasal dari Provinsi Banten berada di Iran. Keduanya saat ini sedang dalam proses penjemputan bersama WNI lain dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Badan Penghubung Provinsi Banten, Ika Sri Erika, membenarkan adanya dua warga Banten yang ikut dalam proses evakuasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa warga Banten itu dievakuasi bersama WNI dari sejumlah provinsi lain seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan Kalimantan Timur.
Ia berharap proses evakuasi dapat berjalan lancar sehingga seluruh warga yang dipulangkan bisa kembali ke Indonesia dengan selamat.
Terkait identitas lengkap kedua warga Banten tersebut, Ika mengaku pihaknya belum menerima informasi rinci. Saat ini pemerintah daerah masih berkoordinasi dengan kementerian terkait di Jakarta untuk memperoleh data lebih lanjut.
Informasi sementara menyebutkan bahwa para WNI akan dipulangkan dari Iran menggunakan maskapai Turkish Airlines dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada 10 Maret 2026.
Selain itu, pemerintah juga terus melakukan pendataan untuk mengetahui kemungkinan adanya warga Banten lain yang masih berada di wilayah konflik tersebut.
Pemerintah turut membuka layanan hotline bagi masyarakat yang memiliki keluarga atau kerabat di Iran maupun kawasan konflik di Timur Tengah. Masyarakat dapat melaporkan keberadaan keluarganya melalui nomor hotline yang telah disediakan agar pemerintah dapat membantu memantau kondisi mereka.
Warga Banten di Iran
Nomor hotline yang dapat dihubungi adalah 0812-9007-0027. Menurut Ika, informasi dari masyarakat sangat membantu pemerintah dalam melakukan pendataan yang lebih akurat terkait warga Banten yang berada di wilayah tersebut.
Data tersebut nantinya akan digunakan untuk memudahkan koordinasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Luar Negeri RI dalam upaya perlindungan ataupun evakuasi jika diperlukan.
Ia pun mengimbau masyarakat yang memiliki keluarga di Iran atau wilayah Timur Tengah lainnya untuk segera melapor agar pemerintah dapat mengambil langkah yang diperlukan demi menjamin keselamatan mereka.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa pada gelombang pertama evakuasi telah dipulangkan sebanyak 32 WNI dari Iran.
Saat ini para WNI tersebut sudah berada di Baku, Azerbaijan, dan sedang menunggu penerbangan lanjutan menuju Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa proses evakuasi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan di Iran. Jalur evakuasi yang digunakan adalah melalui rute Iran menuju Azerbaijan sebelum diberangkatkan ke Indonesia.
Kementerian Luar Negeri juga memastikan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran terus berkomunikasi dengan WNI yang masih berada di Iran. Adapun gelombang evakuasi berikutnya akan dilakukan setelah ada keputusan dari pemerintah pusat sesuai dengan kondisi terkini di wilayah tersebut.



