linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Produksi Padi di Banten Capai 1,8 Juta Ton pada 2025
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Produksi Padi di Banten Capai 1,8 Juta Ton pada 2025
News

Produksi Padi di Banten Capai 1,8 Juta Ton pada 2025

Andra
8 Januari 2026
Share
waktu baca 4 menit
Padi di Banten
Produksi Padi di Banten tinggi
SHARE

SERANG, LINIMASSA.ID – Kinerja sektor pertanian padi di Banten menunjukkan perkembangan menggembirakan pada tahun 2025.

Produksi padi tercatat mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari sisi luas panen maupun total hasil produksi.

Berdasarkan data yang ada, produksi padi di Banten pada 2024 berada di angka sekitar 1,5 juta ton. Memasuki tahun 2025, angka tersebut meningkat sebesar 16,84 persen sehingga total produksi mencapai sekitar 1,8 juta ton.

Kenaikan produksi tersebut sejalan dengan bertambahnya luas lahan panen. Sepanjang 2025, luas panen padi di Banten meningkat 16,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa sektor pertanian di wilayahnya tengah berada dalam tren yang positif. Peningkatan terlihat jelas baik dari sisi luasan panen maupun volume hasil produksi padi di Banten.

Ia menjelaskan, pada 2024 luas panen padi di Banten tercatat sekitar 299 ribu hektare. Sementara pada 2025, luas panen bertambah menjadi sekitar 349 ribu hektare.

Menurut Andra, bertambahnya luas panen tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan produksi. Dibandingkan 2024, hasil panen padi tahun ini naik sekitar 261 ribu ton.

“Jika tahun lalu produksi padi berada di kisaran 1,5 juta ton, maka pada 2025 meningkat menjadi sekitar 1,8 juta ton,” ujarnya, Rabu, 7 Januari 2025.

Ia juga mengungkapkan bahwa kontribusi produksi padi terbesar di Banten berasal dari Kabupaten Pandeglang dengan porsi 30,81 persen, disusul Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang.

Andra menilai, peningkatan produksi ini tidak terlepas dari dukungan kebijakan pemerintah pusat yang berpihak pada petani. Di antaranya melalui subsidi pupuk serta penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kebijakan tersebut dinilai mampu membangkitkan kembali semangat petani untuk menanam, ditambah dengan perbaikan jaringan irigasi yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah.

“Alhamdulillah, kebijakan tersebut turut mendorong peningkatan produksi beras di Provinsi Banten,” katanya.

Tingkatkan Produksi Padi di Banten

Ke depan, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian padi di Banten, khususnya pada 2026, sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menjaga keberadaan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) agar tidak beralih fungsi meskipun investasi terus berkembang di Banten.

“Kami tetap konsisten menjaga lahan pertanian. Di tengah masuknya investasi, Banten masih mampu meningkatkan produksi padi,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya membuka lahan pertanian baru guna menambah luas sawah di Banten. Program ini akan dilaksanakan bersama unsur Forkopimda.

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan bahwa Kabupaten Serang juga mencatat surplus produksi padi pada 2025 sebesar 22,23 persen.

Ia menyebutkan, dari target produksi sekitar 500 ribu ton, realisasi panen mencapai 591 ribu ton atau surplus lebih dari 100 ribu ton.

Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari peran pemerintah pusat dan provinsi, terutama dalam penyediaan pupuk terjangkau serta optimalisasi sistem irigasi.

Zakiyah menegaskan, Pemkab Serang akan tetap menjaga kawasan pertanian meskipun tekanan investasi terus meningkat.

“Kami berkomitmen mempertahankan lahan pertanian dan terus mendorong peningkatan produksi padi di Banten. Upaya-upaya tersebut akan terus kami lakukan agar hasil panen ke depan semakin meningkat,” tutupnya.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- 27 OKTOBER 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Polsek Pondok Aren
Polsek Pondok Aren Ringkus Perampok Rumah Warga Jombang, Sempat Dihalangi Keluarga
News
Kantor Bupati Tangerang
1.000 Orang Bakal Demo di Kantor Bupati Tangerang, Ini Lima Tuntutan yang Akan Disuarakan
News
Operasi Patuh Maung 2026
Hari Kelima Operasi Patuh Maung 2026, Polda Banten Evaluasi Strategi Penindakan
News
korupsi alkes
Viral Kabar Kadinkes Banten Jadi Tersangka Korupsi Alkes, Ini Penjelasan Kejati
News
RSUD Banten
RSUD Banten Tegaskan Isu Penetapan Tersangka Korupsi Alkes yang Viral di TikTok Tidak Benar
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan