linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Parkour, Seni Gerak Melewati Rintangan
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Parkour, Seni Gerak Melewati Rintangan
Gaya Hidup

Parkour, Seni Gerak Melewati Rintangan

Hilal Ahmad
12 September 2024
Share
waktu baca 2 menit
Parkour Linimassa
SHARE

Linimassa.id – Parkour, olahraga satu ini butuh skill khusus. Ini adalah jenis pendidikan jasmani dan gaya hidup yang bertujuan mengatasi rintangan dengan bergerak, berlari, melompat, dan memanjat dari satu titik ke titik lain di lingkungan perkotaan.

Parkur dalam bahasa Prancis yakni parkour, kadang-kadang disingkat PK) atau l’art du déplacement (Seni gerak) adalah aktivitas dan olahraga yang bertujuan untuk melewati rintangan dengan efisien dan secepat-cepatnya, menggunakan prinsip kemampuan badan manusia.

Itu berarti untuk menolong seseorang melintasi rintangan, yang bisa berupa apa saja di sekitar lingkungan dari cabang-cabang pohon dan batu-batuan hingga pegangan tangan dan tembok beton yang bisa dilatih di desa dan di kota.

Beberapa media menyebut istilah “Traceur” atau “Traceuse” (untuk perempuan) untuk penggiat parkur, hal ini tidak sepenuhnya salah.

Namun pada kenyataannya, sebutan Traceur dan Traceuse sesungguhnya adalah untuk praktisi parkur generasi pertama yang berlatih bersama David Belle (Founder / pencipta parkur) di Prancis.

Sedangkan untuk praktisi parkur generasi setelahnya lebih tepat jika disebut dengan “Parkour Practitioner” atau “Praktisi Parkur”, atau sekarang sering disebut juga dengan “Parkour Enthusiast” (Orang yang berlatih parkur dengan sepenuh hati dan antusias).

Parkur tidak bisa disebut sepenuhnya sebagai olahraga. Karena parkur tidak mengenal adanya kompetisi (misal di sepak bola ada kompetisi sepak bola nasional), kejuaraan (misal di bulu tangkis ada All England), medali – medali, ataupun tingkatan-tingkatan (misal di taekwondo atau beladiri lainnya disimbolkan dengan sabuk).

Di Parkur hanya dikenal istilah Jamming untuk menggambarkan kegiatan kumpul bersama sambil berbagi teknik atau metode latihan sesama praktisi.

Parkur juga tidak bisa disebut murni seni. Karena parkur tidak seperti dance yang mengedepankan keindahan dalam melakukan gerakan dan trik, atau capoeira yang indah dalam jurus.

Parkur lebih mengedepankan tentang bagaimana cara kita bergerak dari satu titik ke titik lainnya, sedangkan keindahan adalah bonus. (Hilal)

- Advertisement -
Ad imageAd image
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

LBGTQ
Masuk Kategori Ancaman Nonmiliter, Pemkot Cilegon Percepat Penyusunan Perwal Pencegahan LGBTQ
News
Pedagang sayur keliling
Begal di Padarincang, Motor Pedagang Sayur Keliling Dijatuhkan Pakai Gedebok Pisang
News
Kekeringan di Kota Serang
Kekeringan di Kota Serang, 351 KK di Kasemen Alami Krisis Air Bersih
News
LPTQ Kota Tangsel
Anggaran Hibah LPTQ Kota Tangsel Capai Rp11 Miliar, Juara 3 Hafizh Indonesia Curhat Gagal Pembinaan
News
HMI Komipam
Djuhardi Hakim Siap Perkuat Kaderisasi dan Soliditas HMI Komipam
Pendidikan
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan