linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Cerita di Balik Hari Internasional untuk Mengenang Perdagangan Budak dan Penghapusannya
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Pendidikan > Cerita di Balik Hari Internasional untuk Mengenang Perdagangan Budak dan Penghapusannya
Pendidikan

Cerita di Balik Hari Internasional untuk Mengenang Perdagangan Budak dan Penghapusannya

Hilal Ahmad
26 Agustus 2024
Share
waktu baca 2 menit
Hari Perbudakan Linimassa
SHARE

Linimassa.id – Setiap 23 Agustus 2024 diperingati sebagai Hari Internasional untuk Mengenang Perdagangan Budak dan Penghapusannya.

Laman Indonesia UN menyebut, pada malam tanggal 22 hingga 23 Agustus 1791, di Saint Domingue, yang sekarang bernama Republik Haiti, terjadi pemberontakan yang akan memainkan peran penting dalam penghapusan perdagangan budak trans-Atlantik.

Dengan latar belakang inilah Hari Internasional untuk Mengenang Perdagangan Budak dan Penghapusannya diperingati pada tanggal 23 Agustus setiap tahunnya.

Hari ini pertama kali dirayakan di beberapa negara, khususnya di Haiti (23 Agustus 1998) dan Pulau Gorée di Senegal (23 Agustus 1999).

Hari Internasional ini dimaksudkan untuk mengukir tragedi perdagangan budak dalam ingatan semua orang.

Sesuai dengan tujuan dari proyek lintas budaya “Rute Orang-orang yang Diperbudak”, proyek ini harus menawarkan kesempatan untuk mempertimbangkan secara kolektif sebab-sebab historis, metode-metode, dan konsekuensi-konsekuensi dari tragedi ini, dan untuk menganalisa interaksi-interaksi yang ditimbulkannya di Afrika, Eropa, Amerika dan Karibia.

“Sudah saatnya untuk menghapuskan eksploitasi manusia untuk selamanya, dan mengakui martabat yang setara dan tanpa syarat dari setiap individu. Hari ini, mari kita mengenang para korban dan pejuang kemerdekaan di masa lalu agar mereka dapat menginspirasi generasi mendatang untuk membangun masyarakat yang adil.” – Audrey Azoulay, Direktur Jenderal UNESCO.

Direktur Jenderal UNESCO mengundang para Menteri Kebudayaan dari semua Negara Anggota untuk menyelenggarakan acara setiap tahun pada tanggal tersebut, yang melibatkan seluruh penduduk negara mereka dan khususnya kaum muda, pendidik, seniman dan intelektual. (Hilal)

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
26 Mei 2026
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Alun-alun Kota Serang
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Mulai Berjalan, Pemkot Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
News
Warga Lebak
5 Ribu Warga Lebak Belum Punya KTP Elektronik
News
KPK
KPK Fokus Awasi Pengadaan Barang dan Jasa dalam Program Prioritas Pemprov Banten
News
Polisi palsu
6 Polisi Palsu Diamankan Polresta Tangerang Usai Diduga Lakukan Pemerasan
News
ruas jalan
Pemprov Banten Ajukan 50 Ruas Jalan untuk Program Inpres Jalan Daerah 2026
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan