linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Mengenal Glucose Spike yang Banyak Diderita Masyarakat Korea Selatan
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Mengenal Glucose Spike yang Banyak Diderita Masyarakat Korea Selatan
Gaya Hidup

Mengenal Glucose Spike yang Banyak Diderita Masyarakat Korea Selatan

Hilal Ahmad
17 Agustus 2024
Share
waktu baca 4 menit
Glucose Spike
SHARE

Linimassa.id – Sebanyak 40% masyarakat Korea Selatan beresiko terkena diabetes. Gejala umum yang dialami oleh mereka yang beresiko terkena diabetes adalah glucose spike.

Glucose spike adalah kenaikan gula darah drastis setelah makan yang menyebabkan kita merasa luar biasa lelah dan mengantuk setelah makan, atau merasa lapar padahal baru saja selesai makan.

Glucose spike dapat menyebabkan diabetes dan penyakit kardiovaskular serta serebrovaskular lainnya. Tak hanya itu, glucose spike juga meningkatkan resiko kanker dan demensia.

Ungkapan “lonjakan glukosa” bukanlah istilah yang akrab bagi banyak orang, namun pengalaman yang digambarkannya kemungkinan besar adalah istilah yang familiar

Lonjakan glukosa adalah lonjakan energi singkat yang membengkak dalam diri kita—terutama pada anak-anak—setelah makan permen, kue kering, atau makanan manis lainnya.

Dengan kata lain, lonjakan glukosa adalah kenaikan gula darah yang bersifat sementara .

Mengalami lonjakan glukosa adalah hal yang biasa dan alami. Namun, bagi penderita diabetes, perubahan gula darah yang cepat bisa berbahaya. Bagi penderita diabetes, lonjakan glukosa dapat menyebabkan:

Kelelahan
Sering buang air kecil
Penglihatan kabur
Sakit kepala

Oleh karena itu, penting bagi penderita diabetes untuk memahami apa yang menyebabkan lonjakan glukosa dan bagaimana mereka dapat mengelola dampaknya.

Glukosa dan Diabetes

- Advertisement -
Ad imageAd image

Meskipun reputasinya buruk, gula sebenarnya merupakan bagian yang sangat penting dari makanan manusia.

Gula tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran, namun selama proses pencernaan, sebagian besar gula dipecah menjadi bentuk gula paling dasar: glukosa.

Glukosa mengandung energi yang dapat digunakan tubuh kita untuk menjalankan semua fungsi dasarnya.

Saat kita makan, gula dari makanan kita diubah menjadi glukosa yang kemudian dimasukkan ke dalam aliran darah. Di sana, ia disalurkan ke seluruh tubuh.

Seiring waktu, jumlah gula dalam darah menurun karena digunakan dan disimpan oleh sel. Namun, penderita diabetes mengalami kesulitan mengatur proses ini dan mungkin mengalami lonjakan glukosa yang sangat tinggi (hiperglikemia).

Apa yang menyebabkan lonjakan glukosa?

Lonjakan glukosa dapat terjadi karena beberapa alasan.

Penyebab umumnya termasuk suntikan insulin yang terlewat, kurangnya aktivitas fisik, dan diet tinggi gula .

Yang penting, bukan hanya makanan manis yang menyebabkan lonjakan kadar glukosa. Berikut makanan yang sering menyebabkan lonjakan glukosa besar:

Karbohidrat : Ini adalah makanan bertepung—seperti roti, pasta, dan kentang—yang tinggi gula kompleks.

Buah-buahan : Meskipun buah-buahan memiliki vitamin penting, buah-buahan juga mengandung gula dalam jumlah tinggi (sering disebut fruktosa).

Alkohol : Jenis koktail, bir, anggur, dan sampanye tertentu mengandung gula dan karbohidrat.

Setiap orang merespons makanan dengan caranya masing-masing, jadi penting untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan tentang apa yang harus Anda perhatikan.

Mengelola Lonjakan Glukosa

Lonjakan glukosa adalah hal yang wajar dan perlu, namun penting untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah lonjakan yang terlalu dramatis.

Langkah terpenting yang dapat Anda ambil adalah berkonsultasi dengan dokter Anda—setiap orang memiliki keadaan uniknya masing-masing yang memerlukan rencana pribadi.

Secara umum, rencana ini cenderung melibatkan beberapa benang merah:

(1) Pemantauan glukosa secara berkala untuk mengetahui makanan apa yang menyebabkan lonjakan glukosa Anda.

(2) Menemukan resep pengganti gula.

(3) Olahraga teratur, dan

( 4) Minum air setelah berolahraga dan setelah makan makanan bertepung. (Hilal)

 

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
26 Mei 2026
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

kebakaran TPA Jatiwaringin
Wamen LH Pastikan Kebakaran TPA Jatiwaringin Tidak Hambat Proyek Waste to Energy
News
TPA Jatiwaringin
Bantu Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin, Damkar Kota Cilegon Kerahkan Armada dan Personel
News
Pondok Aren
Galian Saluran Mangkrak di Pondok Aren Dikeluhkan Warga
News
Polda Banten
Penipuan Rekrutmen Polri, Oknum Polisi Polda Banten Dijatuhi Hukuman 28 Bulan Penjara
News
Limbah kapur
Diduga Ada Pembuangan Limbah Kapur di Perumahan Cilegon Park, NGO Rumah Hijau Desak DLH Lakukan Investigasi
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan