linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Parabola dan TV Digital Apa Bedanya?
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Parabola dan TV Digital Apa Bedanya?
Gaya Hidup

Parabola dan TV Digital Apa Bedanya?

Hilal Ahmad 12 Agustus 2024
Share
waktu baca 3 menit
Parabola Linimassa
SHARE

Linimassa.id – Pernah tahu parabola? Benda berbentuk menyerupai payung dengan warna transparan ini menjadi penangkap sinyal saluran televisi bagi daerah-daerah di dataran tinggi atau pedalaman.

Laman Universitas Narotama menyebut, sebelum kehadiran televisi (TV) digital, TV parabola sudah lebih dulu ada. Sistemnya menggunakan parabola sebagai alat penangkap sinyal dari pemancar untuk menampilkan siaran ke layar TV.

PerbedaanTV digital dan TV parabola ini sebenarnya cukup jelas dilihat. Selain dari sistem yang digunakan, kekuatan sinyal, pun sampai jumlah channel-nya.

TV digital merupakan jenis TV yang menggunakan teknologi modulasi baru dan sistem kompresi berbasis digital untuk menangkap sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat TV.

Sistem yang ada pada TV digital bisa disebut sudah diperbarui, sehingga tidak sama dengan TV parabola karena umumnya masih memakai sistem lawas.

Sementara TV parabola mempunyai istilah lain sebagai TV satelit karena sistem pendukungnya menggunakan parabola atau antena.

Fungsi dari parabola tersebut digunakan sebagai radar untuk menangkap sinyal dari pemancar yang nantinya didistribusikan ke pesawat TV untuk menampilkan gambar dan suara.

Perbedaan

Perangkat pada TV digital sudah dilengkapi DVB-T2 (Digital Video Broadcasting-Terrestrial generasi kedua) yang berfungsi menangkap sinyal TV digital sehingga tidak perlu antena.

Sedangkan TV parabola atau satelit tidak memiliki perangkat seperti TV digital, sehingga masih perlu memasang Set Top Box (STB) DVB-T2 supaya mampu menangkap siaran dari TV digital.

Pada cara kerja, stasiun TV digital akan memancarkan gelombang elektromagnetik termodulasi sesuai frekuensi tertentu. Kemudian sinyal yang diterima diproses receiver untuk ditampilkan ke layar TV.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Sementara TV parabola menempatkan satelit penerima TV dari parabola dan receiver digital untuk menangkap siaran yang selanjutnya ditampilkan ke layar TV.

Untuk jumlah channel, TV digital sangat memungkinkan menyediakan jumlah channel yang lebih banyak sehingga siaran televisi lebih bervariasi.

TV parabola umumnya memiliki banyak memiliki channel, tapi beberapa ada yang tidak mendukung karena faktor sinyal cukup memengaruhi.

Sedangkan pada kualitas siaran, TV digital disebut-sebut lebih baik. Meski di lokasi lemah sinyal, tidak akan mengganggu tampilan siaran. Misalnya noise ‘bersemut’ atau berbintik.

Untuk TV parabola, sinyal sangat dipengaruhi oleh cuaca dan tempat parabola dipasang. Apabila tertutup pohon atau kena angin kencang akan cukup berpengaruh pada kualitas siaran.

Pada jangkauan sinyal, kekuatan sinyal TV digital bergantung pada wilayah karena tidak semua tempat bisa menangkap sinyal kuat. Sehingga penting untuk cek status sinyal lokasi lewat aplikasi ‘Sinyal TV Digital.’

Sinyal TV parabola umumnya relatif kuat karena dapat menjangkau lebih luas pemancar. Tapi sayangnya rentan gangguan terutama terhadap cuaca. We

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

THR
PPPK Paruh Waktu di Pemprov Banten Dipastikan Tanpa THR Tahun Ini
News
harga emas
Harga Emas Antam Terkoreksi Rp13.000, Pelaku Pasar Cermati Potensi Kenaikan Lanjutan
News
Polda Banten
Antisipasi Pencurian Saat Mudik, Kapolda Banten Izinkan Warga Titip Kendaraan di Kantor Polisi
News
Harga daging sapi
Harga Daging Sapi di Pasar Badak Capai Rp140 Ribu per Kilogram
News
Narkoba
Provinsi Banten Masih Jadi Lintasan Rawan Penyelundupan Narkoba
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?