linimassa.id – Pernah mengalami gusi bengkak? Gusi yang terasa nyeri dan bengkak adalah masalah kesehatan mulut yang sudah sering terjadi, dimana penyebab gusi bengkak bisa bervariasi.
Meski umumnya tidak membahayakan, namun kondisi ini sebaiknya tidak diremehkan karena dapat mengganggu penderitanya dalam menjalani aktivitas sehari-hari, seperti kesulitan makan dan berbicara.
Laman Siloam Hospitals menyebut, penyebab gusi sakit dan bengkak adalah gaya hidup hingga karena adanya masalah kesehatan tertentu.
Gusi bengkak adalah masalah kesehatan mulut yang ditandai dengan perubahan warna gusi menjadi lebih merah dan terkadang mengeluarkan darah ketika penderitanya sikat gigi. Gusi bengkak dan sakit dapat disebabkan oleh beberapa faktor atau kondisi, berikut masing-masing penjelasannya.
Penumpukan Plak
Penyebab gusi bengkak dan meradang (gingivitis) yang pertama adalah karena penumpukan plak pada gusi dan gigi. Plak berasal dari sisa-sisa makanan, bakteri, serta zat-zat lainnya yang tidak dibersihkan dengan baik, sehingga menumpuk di gigi dan gusi.
Penumpukan plak biasanya tidak disadari, dan jika dibiarkan dalam waktu lama dapat mengeras lalu berubah menjadi karang gigi. Kondisi inilah yang bisa memicu peradangan dan menimbulkan rasa nyeri pada gusi.
Makanan Tersangkut
Penyebab lain kenapa gusi bengkak adalah adanya sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi. Pasalnya, sisa makanan tersebut dapat memicu pertumbuhan dan penumpukan kuman di mulut sehingga menyebabkan tubuh harus bekerja keras melawan kuman-kuman tersebut. Hal inilah yang akhirnya mengakibatkan terjadinya iritasi dan pembengkakan pada gusi.
Kebiasaan Merokok
Penyebab gusi bengkak berikutnya adalah kebiasaan merokok. Zat racun yang terkandung dalam rokok diketahui dapat meningkatkan risiko infeksi pada gusi dan gigi, serta melemahkan daya tahan tubuh dalam melawan kuman penyebab penyakit gusi.
Bahaya rokok dalam melemahkan sistem kekebalan tubuh juga dapat menghambat proses pemulihan gusi yang sudah terinfeksi. Inilah yang menjadi alasan kenapa perokok aktif lebih berisiko mengalami penyakit gusi daripada yang tidak merokok.
Perubahan Hormon
Gusi bengkak adalah salah satu kondisi yang sering dialami oleh ibu hamil dan wanita yang sedang mengalami menstruasi. Hal ini terjadi karena aliran darah ke gusi meningkat akibat perubahan hormon selama kehamilan dan menstruasi. Peningkatan aliran darah tersebut dapat menyebabkan gusi mudah mengalami iritasi dan berujung pada pembengkakan.
Selain kehamilan dan menstruasi, perubahan hormon yang terjadi ketika wanita sedang menyusui dan setelah melahirkan juga dapat menyebabkan gusi bengkak. Pasalnya, perubahan hormon tersebut berpotensi mengganggu kemampuan tubuh dalam melawan bakteri penyebab infeksi di gusi.
Kekurangan Vitamin
Penyebab gusi sakit dan bengkak berikutnya adalah kekurangan vitamin C dan B. Vitamin C memiliki peran penting dalam menjaga atau memperbaiki jaringan gusi. Sementara itu, vitamin B bermanfaat untuk membantu pertumbuhan sel dan memperlancar sirkulasi darah ke seluruh bagian tubuh, termasuk gusi. Jika tubuh kekurangan kedua vitamin tersebut, risiko terjadinya gusi bengkak dan sariawan akan menjadi semakin besar.
Menyikat yang Salah
Penyebab gusi bengkak dan sakit tidak selalu dikarenakan kondisi medis tertentu, tetapi bisa juga dipicu oleh cara menyikat gigi yang salah. Hal ini mungkin lebih sering dialami oleh orang yang memiliki kebiasan menyikat gigi terlalu keras.
Beberapa orang menganggap bahwa menyikat gigi dengan keras dapat mengangkat kotoran di gigi secara maksimal. Padahal, kebiasaan ini justru dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri, bengkak, bahkan perdarahan pada gusi. Selain itu, menggunakan sikat gigi dengan bulu yang keras dan kasar juga dapat menyebabkan iritasi pada gusi yang mengakibatkan gusi bengkak.
Efek Samping
Efek samping konsumsi obat-obatan juga dapat menyebabkan pembengkakan pada gusi, misalnya, obat antikejang untuk penderita epilepsi. Selain itu, pil kontrasepsi juga dapat meningkatkan risiko gusi bengkak pada wanita karena merangsang peningkatan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. Dalam kasus ini, gusi bengkak bisa terjadi tanpa adanya penumpukan plak.
Selain obat-obatan antikejang dan pil kontrasepsi, pengobatan dengan kemoterapi dan obat antihipertensi golongan calcium channel blocker juga dapat menjadi penyebab gusi bengkak dan sakit.
Jarang Kontrol Behel
Risiko gusi bengkak dan sakit juga dapat meningkat pada pengguna behel gigi yang jarang melakukan kontrol ke dokter. Hal ini dapat menyebabkan sisa makanan dan minuman menumpuk di sekitar behel dan gigi.
Bila dibiarkan secara terus-menerus, penumpukan plak tersebut dapat memicu terjadinya radang gusi dan menjadi penyebab gusi bengkak, bahkan sampai menutupi mahkota gigi. Oleh karena itu, pengguna behel gigi disarankan untuk melakukan kontrol ke dokter gigi setiap 2–3 minggu sekali.
Masalah Lainnya
Penyebab gusi bengkak dan sakit dapat disebabkan tidak hanya oleh faktor-faktor di atas, tetapi juga oleh beberapa masalah kesehatan lainnya, termasuk periodontitis atau infeksi serius pada gusi, serta kondisi kesehatan seperti penyakit diabetes. Berikut beberapa masalah kesehatan yang dapat menjadi penyebab gusi bengkak dan terasa sakit.
Periodontitis, yaitu infeksi gusi serius yang dapat merusak gigi, jaringan lunak, dan tulang penyangga gigi.
Abses gigi, yaitu kondisi yang ditandai dengan munculnya benjolan berisi nanah di area gigi, termasuk gusi sehingga membuat gusi tampak membengkak.
Sariawan, yaitu masalah kesehatan mulut yang disebabkan oleh gangguan sistem imun, cedera, atau infeksi jamur/bakteri/virus.
Diabetes, kadar gula yang tinggi pada air liur penderita diabetes dapat memicu pertumbuhan bakteri dan meningkatkan risiko penyakit gusi.
Infeksi gigi, kondisi ini bisa terjadi karena gigi berlubang tidak segera mendapatkan perawatan tambalan gigi, sehingga kuman di dalam gigi menyebar ke area saraf dan kemudian menyebabkan infeksi gigi. (Hilal)



