linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Playing Victim, Kenali Ciri dan Penyebabnya
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Playing Victim, Kenali Ciri dan Penyebabnya
Gaya Hidup

Playing Victim, Kenali Ciri dan Penyebabnya

Hilal Ahmad 27 Februari 2024
Share
waktu baca 5 menit
Playing victim (Foto : Super You)
Playing victim (Foto : Super You)
SHARE

linimassa.id –Istilah playing victim merujuk pada kondisi yang terjadi saat seseorang merasa dirinya merupakan korban dari hal-hal buruk yang ia alami. Hal ini biasanya dipicu oleh banyak tekanan mental dan emosional.

Contents
CiriPenyebabCara Menghadapi

Laman Halodoc menyebut, istilah ini adalah kondisi saat seseorang selalu merasa menjadi korban dalam situasi apapun. Hal ini bisa terjadi karena mentalitasnya atau ada orang lain yang ingin ia salahkan.

Kata ini muncul ketika seseorang merasa terdesak dengan tekanan yang signifikan. Alhasil, pola pikir ‘seolah korban’ ini muncul untuk membantu membentengi diri dari kesalahan yang mungkin ia lakukan.

Playing victim ketika seseorang merasa menderita akan suatu hal, meskipun bukti menunjukkan sebaliknya. Mereka juga merasa tidak memiliki kendali atas apa yang terjadi pada dirinya.

Kondisi ini adalah masalah kesehatan mental yang berdampak pada hubungan, pekerjaan, dan kesehatan. Pola pikirnya berkembang sebagai mekanisme penanganan pengalaman traumatis sebelumnya.

Ini biasanya terjadi pada beberapa kondisi:

Mengalami berbagai situasi di mana pengidap tidak memiliki kendali.

Memiliki rasa sakit emosional berkelanjutan yang mengarah pada ketidakberdayaan diri.

Mengalami pengkhianatan yang dilakukan oleh orang terdekat.

Playing victim atau ‘mentalitas sebagai korban’ biasanya muncul pada pengidap gangguan penggunaan alkohol atau narkoba. Di sini, pengidap merasa terjerumus karena orang lain atau lingkungannya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

 

Ciri

Ada beberapa ciri-ciri orang yang memiliki karakteristik playing victim, antara lain:

  1. Tanda-tanda Perilaku

Sering menyalahkan orang lain ketika terjadi kesalahan.

Mengalami kesulitan mengambil tanggung jawab pribadi karena takut salah atau disalahkan.

Terlalu kritis terhadap diri sendiri atau orang lain.

Hanya bergaul dengan orang-orang sepemikiran.

  1. Tanda-tanda Mental dan Kognitif

Melihat dunia tidak adil atau tidak aman bagi dirinya.

Distorsi kognitif, yaitu cara pikir yang cenderung tidak akurat atau merubah informasi sesuai dengan pemahaman subjektif.

Pola pikir yang merugikan atau pesimisme.

Merenungkan kesalahan dan rasa sakit dari masa lalu.

Pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.

  1. Tanda-tanda Hubungan

Kesulitan dengan keintiman dan kepercayaan.

Memiliki empati yang terbatas terhadap orang lain.

Kesulitan menerima kritik yang membangun.

  1. Tanda-tanda Emosional

Kecemasan.

Depresi.

Merasa tidak diperhatikan.

Rendah diri.

Merasakan kebencian orang lain.

Isolasi sosial.

  1. Sabotase Diri Sendiri

Orang yang hidup dengan mentalitas playing victim mungkin akan melakukan sabotase diri dengan pemikiran:

“Segala sesuatu yang buruk hanya terjadi padaku.”

“Aku tidak bisa berbuat apapun, jadi, mengapa harus mencobanya?”

“Aku pantas menerima segala hal buruk yang menimpaku.”

“Tidak ada satupun orang yang peduli padaku.”

Sabotase jadi salah satu penyebab orang melakukan agresi. Selengkapnya baca dalam artikel ini: Agresi Adalah Bentuk Perilaku Agresif, Ini Faktanya.

 

Penyebab

Ada beberapa penyebab yang menjadi pemicu karakteristik playing victim, antara lain:

  1. Trauma 

Mentalitas sebagai korban seringkali berkembang sebagai respons terhadap kondisi yang sebenarnya. Hal ini bisa saja muncul sebagai metode untuk mengatasi trauma yang pernah terjadi di masa lalu.

  1. Pengkhianatan

Pengkhianatan terhadap kepercayaan, terutama pengkhianatan yang berulang-ulang, juga dapat membuat orang merasa menjadi korban dan sulit mempercayai siapa pun.

  1. Kodependensi

Kodependensi adalah kondisi atau perilaku di mana seseorang sangat tergantung pada orang lain, pada tingkat yang tidak sehat. Pengidap cenderung fokus pada kebutuhan dan keinginan orang lain, serta mengabaikan diri sendiri dalam prosesnya.

  1. Manipulasi

Beberapa orang berkarakteristik playing victim tampak senang menyalahkan orang lain atas masalah yang mereka timbulkan. Mereka juga akan menyerang dan membuat orang lain merasa bersalah, atau memanipulasi orang lain untuk mendapatkan simpati dan perhatian.

 

Cara Menghadapi

Dalam beberapa kondisi, orang yang playing victim memang menyebalkan atas perilakunya itu. Maka ada beberapa cara untuk menghadapinya seperti dilansir dari sumber yang telah disebutkan dengan cara berikut:

  1. Jangan terlalu memikirkan tindakan playing victim.
  2. Membuat batasan yang jelas dengan orang yang playing victim.
  3. Berusaha mengarahkan untuk mencari solusi.
  4. Berusaha menjaga jarak dengan orang yang playing victim.
  5. Hindari melakukan labeling kepada pelaku agar tidak memperparah keadaan.
  6. Berusaha mengalihkan kesalahannya untuk mencari solusi.
  7. Kurangi interaksi dengan orang playing victim dan hanya komunikasi pada saat penting saja.
  8. Mencari tahu alasan orang melakukan playing victim, apabila mereka dalam kondisi tidak baik maka kita dapat menawarkan bantuan dan dukungan. (Hilal)
Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

KMP Amarisa
Kebakaran di KMP Amarisa, ASDP Tegaskan Tidak Ada Korban Jiwa
News
GP Ansor Kota Tangsel
GP Ansor Kota Tangsel Bantu Keluarga Tak Mampu, dari Pendidikan hingga Usaha
Khazanah
SPBE
Kasus Pengurangan Isi Gas Elpiji 3 Kg di SPBE PT EMPA Tuntas, Polda Banten Limpahkan Tersangka
News
Masjid Pemkot Tangsel Masjid Al Itishom
DCKTR Kebut Perbaikan Plafon Masjid Al Itishom Pemkot Tangsel, Utamakan Keselamatan Jemaah
News
Media Daring
Tulis Soal Anggaran Mobil Dinas Wali Kota Serang, Pemilik Media Daring Ini Dipanggil Polda Banten
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?