SERANG, LINIMASSA.ID – Timbulan sampah di Banten dalam sehari bisa mencapai 8 ribu ton, jumlah yang cukup fantastis dan diperkirakan akan terus meningkat.
Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Banten Andra Soni pada rapat koordinasi terkait pengelolaan sampah di Gedung Kantor Gubernur Banten, KP3B, Jumat 12 September 2025.
Kata Andra, jumlah timbulan sampah di Banten di angkat 8 ribu ton perhari ini bisa terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.
Dalam rakor tersebut, Andra mengundang seluruh Bupati dan Walikota di Banten untuk membahas persoalan tentang pengelolaan sampah di masing-masih wilayah.
“Pertemuan ini membahas masalah sampah di Banten yang di setiap wilayah memiliki permasalahan tersendiri dan beragam, nah kita menyatukan persepsi untuk sama-sama mencari solusi,” kata Andra.
Bahkan, lanjut Andra, pihaknya juga tidak hanya mengundang kepala daerah di Banten, tetapi juga Sekretarus Utama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Rosa Vivien Ratnawati.
“Kita kaji bersama pemerintan provinsi, kabupaten/kota dan pemerintah pusat,” tambahnya.
Sampah di Banten, Ini Masalah yang Terjadi

Andra menjelaskan, persoalan sampah di Banten, memiliki masalah yang berbeda di setiap daerah, maka dari itu, perlu adanya pertemuan khusus antar kepala daerah agar semua isa mengemukakan permasalahannya masing-masing.
Seperti masalah yang dihadapi Kota Tangerang Selatan dengan luas 147 kilometer persegi, berbeda dengan masalah di Kabupaten Serang yang luasnya lebih dari 1.000 kilometer persegi.
“Kemudian jumlah sampahnya yang dihasilkan juga berbeda. Contoh, Pandeglang dengan Lebak. Pandeglang dengan Lebak jumlah sampahnya masih jauh jika dibandingkan dengan Tangerang Selatan,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, untuk menyelesaikan persoalan sampah di Banten, selain menyiapkan tempat pembuangan sampah dan mengelolanya, Andra mengatakan, mindset warga juga harus diubah. Pemerintah pusat juga nanti akan punya kebijakan.
“Pihak produsen tidak boleh lagi produksinya sekali pakai. Kenapa? Karena setiap aktivitas kita pasti mengeluarkan sampah. Makanan yang kita makan, minuman yang kita minum itu selalu mengeluarkan sampah. Sehingga kita juga punya tanggung jawab karena memproduksi sampah,” tandasnya.
Kata dia, diperkirakan setiap manusia itu memproduksi 0,7 kilogram sampah di Banten. “Kita ini punya 12,4 juta warga. Maka kita harus sama-sama mengedukasi masyarakat. Tapi yang paling penting dilakukan adalah segera ditangani,” tegas Andra.



