SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Narkotika Nasional atau BNN Banten berhasil menggagalkan peredaran narkotika selama tahun 2025 dengan total barang bukti berupa sabu seberat 5,7 kilogram dan ganja sekitar 14,7 kilogram.
Selain dua jenis narkotika tersebut, petugas juga menyita sebanyak 210 butir pil ekstasi dari berbagai pengungkapan kasus.
Kepala BNN Banten, Rohmad Nursahid, menyampaikan bahwa nilai ekonomi dari barang bukti narkotika yang diamankan diperkirakan mencapai Rp5,8 miliar. Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers rilis akhir tahun 2025 yang digelar di kantor BNN Provinsi Banten, Senin (22/12/2025).
Menurut Rohmad, keberhasilan pengungkapan kasus narkotika sepanjang tahun ini diperkirakan telah menyelamatkan sebanyak 52.767 orang dari potensi penyalahgunaan narkoba. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bentuk keseriusan BNN Provinsi Banten dalam memerangi peredaran gelap narkotika.
Ia menambahkan, jajaran pemberantasan dan intelijen BNN Banten akan terus meningkatkan upaya pengungkapan jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya guna memutus mata rantai peredaran.
BNN Banten Tangkap 20 Tersangka
Rohmad juga mengungkapkan adanya peningkatan jumlah kasus narkotika yang berhasil diungkap BNN Banten dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, tercatat 15 perkara, sementara pada 2025 meningkat menjadi 23 perkara dengan total 20 orang tersangka.
“Dari total 23 perkara tersebut, terdapat tiga kasus berupa temuan narkotika tanpa adanya tersangka,” jelasnya didampingi Kepala Bidang Pemberantasan Dinnar Windago dan Ketua Tim Rehabilitasi Yanuar Sadewa.
Dalam upaya pemberantasan narkotika ke depan, BNN Banten akan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya pemerintah daerah, Polda Banten, Lanal Banten, Kanwil Kemenkumham Banten, Bea Cukai Banten, Binda Banten, serta instansi terkait lainnya. Sinergi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama juga akan terus ditingkatkan.
Rohmad mengakui bahwa wilayah Tangerang Raya masih menjadi daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap peredaran narkotika. Faktor kedekatan wilayah tersebut dengan Jakarta menjadi salah satu penyebab utama.
Ia menambahkan, sebagian besar narkotika yang berhasil diungkap BNN Banten berasal dari Pulau Sumatera dengan berbagai modus operandi, mulai dari pengiriman melalui jasa ekspedisi dan kurir hingga pengendalian jaringan oleh warga binaan di lembaga pemasyarakatan.



