SERANG, LINIMASSA.ID – Pabrik beras oplosan di Serang tepatnya di Kampung Pabuaran Bugel, Desa Pasirlimus, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang digerebek petugas Satreskrim Polres Serang.
Hasil dari penggerebekan di tempat penggilingan padi tersebut, aparat kepolisian berhasil mengamankan 10 ton beras tak layak konsumsi.
Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko mengatakan, penggerebekan pabrik beras oplosan di Serang tersebut berlangsung pada Minggu 7 September 2025.
Penggerebekan ini dilakukan berdasarkan atas adanya informasi terkait pengoplosan beras yang dilakukan oleh SU (46) selaku pemilik tempat penggilingan padi.
“Dalam penggerebekan pabrik beras oplosan di Serang ini, kami mengamankan SU selaku pemilik pabrik penggilingan padi,” kata Condro, Senin 8 September 2025.
Selain itu, lanjut Condro, pihaknya juga mengamankan 94 karung beras oplosan yang dikemas dalam karung merek terkenal ukuran 25 kilogram serta 10 ton beras tidak layak konsumsi.
Pabrik Beras Oplosan di Serang, Ini Skema Oplosnya
Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, dari kasus pabrik beras oplosan di Serang ini ditemukan adanya dugaan tindak pidana perdagangan curang yang dilakukan pemilik pabrik penggilingan.
“Tersangka mencampur beras tidak layak konsumsi dengan beras premium menggunakan mesin heller (mesin penggilingan padi),” jelasnya.
Pabrik beras oplosan di Serang tersebut, kata Condro, melakukan pengoplosan beras yang kemudian dikemas menggunakan karung merek ternama seperti Ramos, KM, RL, Rojo Lele, dan Cap Kembang.
“Penggunaan merek ini tanpa memiliki izin dari pihak brand atau pemiliknya,” ungkapnya.
Kapolres mengungkapkan, tersangka menjual beras oplosan tersebut di tokonya yang berlokasi di Kampung Ipik, Desa Bandung, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang. Harganya Rp 200 ribu per kilogramnya.
“Pabrik Beras oplosan di Serang yang dikemas dalam karung merek terkenal tersebut dijual kepada konsumen seharga Rp200 ribu per 25 kg. Dari aksi jahatnya ini, tersangka SU mendapat keuntungan Rp98.200 setiap karungnya,” tuturnya.



