linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Luas Lahan Pertanian di Kabupaten Serang yang Puso Mencapai 249 Hektare
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Luas Lahan Pertanian di Kabupaten Serang yang Puso Mencapai 249 Hektare
News

Luas Lahan Pertanian di Kabupaten Serang yang Puso Mencapai 249 Hektare

Andra 13 Januari 2026
Share
waktu baca 2 menit
Pertanian di Kabupaten Serang
Pertanian di Kabupaten Serang terendam banjir
SHARE

SERANG, LINIMASSA.ID — Dampak banjir terhadap sektor pertanian di Kabupaten Serang terus meluas. Hingga saat ini, total lahan pertanian yang mengalami gagal panen atau puso tercatat mencapai 249 hektare.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo, menyampaikan bahwa dari sekitar 1.949 hektare lahan pertanian yang terdampak genangan banjir, sebagian tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan puso.

“Update terakhir per Senin, luas lahan pertanian di Kabupaten Serang yang puso bertambah menjadi 249 hektare. Sekitar 500 hektare sudah surut, sementara sisanya masih tergenang air,” ujar Suhardjo, Selasa, 13 Januari 2026.

Ia menjelaskan, pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan benih pengganti kepada Pemerintah Provinsi Banten untuk lahan seluas 220 hektare. Namun hingga kini, bantuan tersebut belum diterima.

“Kami masih menunggu tindak lanjut dari Dinas Pertanian Provinsi Banten karena pengadaan bantuan benih berada di tingkat provinsi,” katanya.

Menurut Suhardjo, nantinya petani yang lahannya mengalami puso akan memperoleh bantuan benih sebanyak 25 kilogram untuk setiap hektare lahan yang terdampak.

Ia juga mengimbau para petani di wilayah rawan banjir agar menunda pengolahan lahan hingga kondisi cuaca dan lingkungan benar-benar membaik. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

“Lahan yang puso memang harus diolah ulang, tapi kalau dipaksakan saat kondisi belum aman dan kembali terendam banjir, petani justru bisa mengalami kerugian dua kali,” tutupnya.

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

SPPG Karangtanjung
Dapur MBG SPPG Karangtanjung Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Operasional Tetap Berjalan
News
Pemkot Serang
Tangani Banjir di Berbagai Wilayah, Pemkot Serang Ajukan Bantuan ke Provinsi dan Pusat
News
Tambang ilegal di Cilegon
Pemprov Banten Tutup Tambang Ilegal di Cilegon, Satgas Petakan Lokasi di Ciwandan dan JLS
News
Rekonstruksi
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak Kader PKS Dilaksanakan Tertutup di BBS 3
News
Huntara Cigobang
Bertahan Menginap di Kantor Bupati, Warga Huntara Cigobang Tuntut Kejelasan Hunian Permanen
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?