linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Lonjakan Kasus DBD di Indonesia: Penyebab dan Upaya Pengendalian!
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Lonjakan Kasus DBD di Indonesia: Penyebab dan Upaya Pengendalian!
Gaya Hidup

Lonjakan Kasus DBD di Indonesia: Penyebab dan Upaya Pengendalian!

Arief 25 Maret 2024
Share
waktu baca 2 menit
Gejala Demam Berdarah
Gejala Demam Berdarah
SHARE

linimassa.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia melaporkan peningkatan drastis kasus dengue atau demam berdarah di Indonesia pada bulan Maret 2024. Dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya, kasus dengue meningkat lebih dari dua kali lipat.

Contents
Peningkatan Kasus DengueFaktor Penyebab

Peningkatan Kasus Dengue

Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, kasus dengue melonjak dari 15 ribu kasus menjadi 35 ribu dalam satu tahun.

“Memang kalau kita bandingkan 2023 dengan 2024 terjadi peningkatan kasus dengue yang tadinya 15 ribu kasus menjadi 35 ribu,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (22/03/2024).

Hal ini menjadi perhatian serius karena meningkatnya kasus juga diiringi dengan angka kematian yang cukup signifikan.

Faktor Penyebab

Faktor pemanasan global, termasuk fenomena El Nino, diidentifikasi sebagai salah satu pemicu munculnya kasus dengue.

Nadia menjelaskan bahwa perubahan cuaca, khususnya pemanasan global, memicu pergeseran musim dari kemarau menjadi musim hujan.

Hal ini menciptakan lingkungan yang lebih ideal bagi perkembangan nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyakit dengue.

“Cuaca panas juga menyebabkan siklus hidup nyamuk, mulai dari telur hingga dewasa, tumbuh lebih cepat,” tambah Nadia.

Untuk mengendalikan penyebaran dengue, Kemenkes telah mengambil beberapa langkah preventif. Salah satunya adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan kampanye 3M Plus (menguras, menutup, mengubur, dan memanfaatkan barang bekas).

Selain itu, gerakan “satu rumah satu Jumantik” juga digalakkan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Masyarakat juga diimbau untuk menanam tanaman pengusir nyamuk dan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk pada genangan air yang rawan pertumbuhan nyamuk,” jelas Nadia.

Dengan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan penyebaran kasus dengue dapat ditekan, dan situasi kesehatan masyarakat menjadi lebih terjaga. (AR)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

SPPG Karangtanjung
Dapur MBG SPPG Karangtanjung Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Operasional Tetap Berjalan
News
Pemkot Serang
Tangani Banjir di Berbagai Wilayah, Pemkot Serang Ajukan Bantuan ke Provinsi dan Pusat
News
Tambang ilegal di Cilegon
Pemprov Banten Tutup Tambang Ilegal di Cilegon, Satgas Petakan Lokasi di Ciwandan dan JLS
News
Rekonstruksi
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak Kader PKS Dilaksanakan Tertutup di BBS 3
News
Huntara Cigobang
Bertahan Menginap di Kantor Bupati, Warga Huntara Cigobang Tuntut Kejelasan Hunian Permanen
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?