linimassa.id – Insentif kader posyandu di Kota Tangerang Selatan tahun ini 2023 naik jadi Rp1.350.000 setahun. Jumlah itu lebih besar dibandingkan pada 2016 hanya Rp1 juta setahun.
Kenaikan insentif itu sebagai apresiasi dari Pemkot Tangsel lantaran dianggap berhasil membantu menurunkan angka stunting serta angka kematian ibu dan anak.
Dari insentif Rp1.350.000 itu para kader posyandu di Tangsel bisa mengantongi insentif perbulan hanya Rp112.500.
Lalu, layakkah nominal insentif itu untuk kader posyandu yanh berjibaku menurunkan angka stunting di Tangsel?
Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan dr Shinta Wahyuni Chairuddin mengatakan, pihaknya mengapresiasi adanya kenaikan insentif bagi kader posyandu itu.
Menurutnya, kenaikan insentif itu layak diberikan kepada kader posyandu lantaran berhasil membantu menurungkan angka stunting di Tangsel dari 19,9 persen menjadi 9 persen.
“Saya rasa itu (kenaikan insentif) wajar sebagai apresiasi pemkot terhadap kader posyandu,” kata Shinta di DPRD Tangsel, Kamis (23/2/2023).
Ditanya soal kelayakan nominal insentif bagi kader posyandu di Tangsel Rp112.500 perbulan, Shinta menyebut, pemberian insentif itu sesuai dengan kemampuan dari pemerintah kota.
Kader Partai Keadilan Sejahtera itu menyebut, kader posyandu salah satu pegiat sosial di antara kelompok pegiat lain yang ada di masyarakat.
“Sesuai dengan kemampuan kita tentunya, kan kader posyandunya banyak. Peran untuk kerja sosial ini kan banyak pihak, jadi berbagilah. Cukup harusnya diparesiasi aja baik untuk kadernya dan juga posyandunya,” papar Shinta.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dr Allin Hendalin Mahdaniar menuturkan, dari 6 ribuan kader posyandu yang ada sebagian besar telah mendapat jamsostek.
“Sementara kader posyandu yang sudah dijamin Jamsostek sebesar 5.454 kader,” kata Allin.
Allin menyebut, kader posyandu merupakan ujung tombak Dinas Kesehatan.
“Mereka harus dibekali ilmu yang cukup. Sehingga mereka bisa memberikan penjelasan dan informasi yang tepat kepada masyarakat,” tutupnya. (mat)



