linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Kasus Campak di Pandeglang Tembus 650 Hingga April 2026
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Kasus Campak di Pandeglang Tembus 650 Hingga April 2026
News

Kasus Campak di Pandeglang Tembus 650 Hingga April 2026

Andra
8 April 2026
Share
waktu baca 2 menit
Campak di Pandeglang
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang, Dian Handayani ungkap kasus Campak di Pandeglang
SHARE

PANDEGLANG, LINIMASSA.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang melaporkan peningkatan signifikan kasus suspek campak di Pandeglang pada tahun 2026. Hingga awal April, jumlah kasus tercatat mencapai 650.

Sebelumnya, sepanjang tahun 2025 terdapat 265 kasus suspek campak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 kasus atau sekitar 18 persen terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pandeglang, Dian Handayani, menyampaikan bahwa lonjakan kasus campak di Pandeglang mulai terlihat pada tahun ini.

“Hingga 4 April 2026 atau pekan ke-13, total suspek campak mencapai 650 kasus,” ujarnya, Selasa (7 April 2026).

Dari ratusan kasus campak di Pandeglang tersebut, sembilan di antaranya telah dipastikan positif berdasarkan hasil uji laboratorium.

Kasus campak dilaporkan tersebar di 35 kecamatan, dengan jumlah terbanyak berasal dari Kecamatan Labuan, Pandeglang, Kaduhejo, Jiput, Banjar, dan Cadasari.

Gejala Campak di Pandeglang

Dian menjelaskan, gejala awal campak di Pandeglang umumnya meliputi demam, batuk, pilek, serta radang mata (konjungtivitis). Ruam kemerahan biasanya muncul dua hingga empat hari setelah gejala awal.

Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi seperti diare, pneumonia, radang otak (ensefalitis), infeksi telinga (otitis media), luka pada mukosa mulut, kekurangan gizi, hingga kebutaan.

Tingkat keparahan penyakit dipengaruhi oleh usia, kondisi gizi, serta daya tahan tubuh, terutama pada anak yang belum mendapatkan imunisasi campak.

Penularan campak di Pandeglang terjadi melalui percikan cairan saat batuk, bersin, atau berbicara, serta bisa melalui kontak dengan cairan hidung atau penggunaan alat makan dan minum secara bersama.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Untuk penanganan, pasien dianjurkan mendapatkan asupan cairan yang cukup guna mencegah dehidrasi, obat penurun demam, serta suplementasi vitamin A. Isolasi juga diperlukan agar tidak menularkan kepada orang lain.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau memberikan imunisasi campak pada anak usia 9 bulan dan 18 bulan, serta melakukan imunisasi kejar bagi balita yang belum lengkap.

Selain itu, penting untuk menghindari kontak dengan penderita, rajin mencuci tangan, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

Dharma Wanita Persatuan Kota Tangsel
Pemkot Gelontorkan Hibah Rp800 Juta untuk Dharma Wanita Persatuan Kota Tangsel
Pemerintahan
Bangunan liar di Bojonegara
12 Bangunan Liar di Bojonegara Dibongkar, Ini Penyebabnya
News
Kejaksaan RI
Mutasi di Kejaksaan RI, Kajati dan Wakajati Banten Diganti
News
THM
Satpol PP Temukan 13 Lokasi Diduga THM di Serang Barat, Mayoritas Gunakan Izin Restoran dan Kafe
News
DLHK Banten
DLHK Banten Pastikan Tindak Tegas Perusahaan yang Terbukti Cemari Sungai
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan