linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: IPW: Penggunaan Gas Air Mata di Kerusuhan Kanjuruhan Langgar Aturan FIFA
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > IPW: Penggunaan Gas Air Mata di Kerusuhan Kanjuruhan Langgar Aturan FIFA
News

IPW: Penggunaan Gas Air Mata di Kerusuhan Kanjuruhan Langgar Aturan FIFA

LinimassaNews
2 Oktober 2022
Share
waktu baca 2 menit
8BAABF9D 6D21 4CA4 964C C06E5DB8E136
Serangan gas air mata dari aparat kepolisian ke pendukung Aremania saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022). Akibatnya, 130 orang tewas.
SHARE

linimassa.id – Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menilai, penggunaan gas air mata menghalau pendukung Arema FC yang anarkis di Stadion Kanjuruhan Malang melanggar aturan FIFA.

Menurutnya, penggunaan gas air mata di dalam stadion melanggar aturan yang diberlakukan oleh FIFA.

“Hal itu tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 huruf b disebutkan bahwa sama sekali tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa,” kata Sugeng dalam keterangannya dikutip dari tempo.co, Minggu (2/10/2022).

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022). Kerusuhan pecah lantaran pendukung Arema FC tak terima kekalahan usai melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

Pendukung yang kesal dengan kekalahan tersebut langsung turun dan memenuhi lapangan yang diduga melakukan pengrusakan.

Polisi yang bersiaga kemudian menembakan gas air mata ke arah penonton sehingga membuat para penonton berhamburan. Tak sedikit penonton yang terjatuh lalu terinjak-injak hingga meninggal.

Di luar stadion, sejumlah Aremania juga diduga melakukan pengrusakan sejumlah mobil polisi.

Data sementara, tercatat ada 130 orang meninggal dunia dan 180 orang alami luka. Insiden ini tentu jadi duka mendalam bagi sepak bola tanah air.

Terlebih, Indonesia bakal menjadi tuan rumah piala dunia tahun mendatang. Adanya tragedi ini, jadi peringatan keras untuk perhelatan piala dunia jika benar akan digelar di Indonesia.

Sekali lagi, turut berduka cita kepada korban yang tewas dalam tragedi kerusuhan Kanjuruhan. Satu nyawa sangat mahal untuk sepak bola, tapi ini ratusan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Tentu jadi pelajaran berharga bagi pendukung, pemain dan pengurus sepak bola di Bumi Pertiwi. (red)

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
26 Mei 2026
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Bupati Tangerang Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Bupati Tangerang Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Pemerintahan
Parkir liar di Jalan HOS Cokroaminoto Larangan Tangerang
Angkot Parkir Liar di Jalan HOS Cokroaminoto Larangan Tangerang ‘Diusir’, Sebabkan Kemacetan
News
Pemkot Tangsel Komitmen Wujudkan Pendidikan Inklusif
Pemkot Tangsel Komitmen Wujudkan Pendidikan Inklusif
Pemerintahan
Kejari Tangsel
Korupsi Pegadaian Syariah, Kejari Tangsel Tetapkan 2 Tersangka
News
Kejari Tangsel
Usut Dugaan Korupsi, Pidsus Kejari Tangsel Geledah Kantor Pegadaian Syariah di Pondok Aren
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan