LINIMASSA.ID, TANGSEL – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan setelah banyaknya kasus keracunan yang terjadi usai menyantap menu MBG. SPPG Pondok Aren berupaya agar tak ada kasus keracunan.
Kepala wilayah BGN Kecamatan Pondok Aren Ridha Ayu mengatakan, pihaknya berupaya agar kasus keracunan tak terjadi di wilayah Tangsel utamanya di Pondok Aren.
Menurutnya, kerjasama antar stakeholder hingga staf dan karyawan di dapur SPPG harus ditingkatkan.
“Rakor kali ini yang lebih ditekankan kerjasama dengan sekolah, stakeholder terkait juga harus ditingkatkan lagi. Terutama staf dan karyawan dan menunnya,” katanya usai rapat koordinasi bersama Menteri Sekratriat Negara (Mensesneg) di Pemkot Tangsel, Senin, 13 Oktober 2025.
Ridha yang juga Kepala Dapur SPPG Pondok Aren itu menuturkan, pihaknya juga memiliki standar operasional prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mengolah hingga menyajikan MBG untuk siswa.
“Kami sudah mengusahakan agar makanan tidak cepat basi dan sebabkan keracunan. Terutama kualitas bahan makanan dari supplier harus terus kita evaluasi,” tuturnya.
Diketahui, Program MBG merupakan program Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Di Kota Tangsel, tercatat ada 40 SPPG dan 23 diantaranya sudah eksisting.


