linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Hari Donor Darah Sedunia, Apa Tujuannya?
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Pendidikan > Hari Donor Darah Sedunia, Apa Tujuannya?
Pendidikan

Hari Donor Darah Sedunia, Apa Tujuannya?

Hilal Ahmad 14 Juni 2024
Share
waktu baca 4 menit
Hari Donor Darah Sedunia (Foto : IDenesia.Id)
Hari Donor Darah Sedunia (Foto : IDenesia.Id)
SHARE

linimassa.id – Setiap 14 Juni diperingati sebagai Hari Donor Darah Sedunia atau World Blood Donor Day.

Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terkait pentingnya darah dan produk darah yang aman.

Peringatan ini juga sebagai penyalur ucapan terima kasih kepada para pendonor yang secara sukarela mendonorkan darahnya. Dari sumbangan darah itulah banyak nyawa dapat diselamatkan.

Laman World Health Organization (WHO) menyebut, Hari Donor Darah Sedunia pertama kali diperingati pada 2004. Berselang setahun, peringatan ini kemudian ditetapkan sebagai acara global oleh Majelis Kesehatan Dunia.

Pada Mei 2005, menteri kesehatan dari seluruh dunia dengan suara bulat menyatakan komitmen dan dukungan terhadap donor darah dalam Sidang Kesehatan Dunia ke-58.

Melalui resolusi WHA58.13, mereka secara resmi menetapkan Hari Donor Darah Sedunia sebagai peringatan tahunan yang diadakan pada 14 Juni.

Tanggal 14 Juni dipilih karena bertepatan dengan hari ulang tahun Karl Landsteiner (1868-1943). Ia adalah seorang ahli biologi dan dokter asal Austria yang dianggap sebagai penemu transfusi darah modern.

Pada 1901, Landsteiner menemukan klasifikasi golongan darah A, B, AB, dan O. Ia kemudian mengembangkan sistem klasifikasi golongan darah modern bersama Alexander S. Wiener pada 1937.

Mereka berdua mengidentifikasi faktor rhesus sehingga memungkinkan dokter melakukan transfusi darah tanpa membahayakan nyawa pasien.

Hari Donor Darah Sedunia menjadi wadah bagi program serta kampanye keamanan darah dan memperkuat layanan transfusi darah setiap tahunnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Hari Donor Darah Sedunia juga memiliki tujuan lebih lanjut untuk menciptakan kesadaran lebih luas mengenai perlunya ketersediaan darah dan produk darah yang aman.

 

Tema

Perayaan Hari Donor Darah Sedunia memiliki tema berbeda setiap tahunnya. Pada Hari Donor Darah Sedunia 2024, WHO mengusung tema ’20 years of celebrating giving: thank you blood donors!’ atau ’20 tahun merayakan memberi: terima kasih para pendonor darah!’.

Terdapat beberapa tujuan kampanye yang dikembangkan melalui peringatan 20 tahun Hari Donor Darah Sedunia. Antara lain sebagai berikut.

Berterima kasih dan menghargai jutaan pendonor darah sukarela yang telah berkontribusi terhadap kesehatan dan kesejahteraan jutaan orang di seluruh dunia.

Menampilkan pencapaian dan tantangan program darah nasional dan berbagai praktik terbaik serta pembelajaran.

Menyorot kebutuhan berkelanjutan akan donor darah yang teratur dan tidak berbayar untuk mencapai akses universal terhadap transfusi darah yang aman.

Mempromosikan budaya donor darah teratur di kalangan generasi muda dan masyarakat umum serta meningkatkan keragaman dan keberlanjutan kelompok donor darah.

Hari Donor Darah Sedunia memberikan kesempatan khusus untuk merayakan dan berterima kasih kepada para pendonor darah sukarela di seluruh dunia atas pemberian darah mereka dan telah menjadi fokus utama untuk bertindak demi mencapai akses universal ke transfusi darah yang aman.

Setiap donasi adalah hadiah yang sangat berharga untuk menyelamatkan nyawa dan donasi berulang adalah kunci untuk membangun pasokan darah yang aman dan berkelanjutan.

Di banyak negara, layanan darah menghadapi tantangan untuk menyediakan darah dalam jumlah yang cukup, sekaligus memastikan kualitas dan keamanannya.

Kurangnya akses terhadap darah dan produk darah yang aman – terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah, berdampak pada semua pasien, termasuk mereka yang membutuhkan transfusi rutin.

Salah satu strategi WHO adalah membantu negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dalam meningkatkan ketersediaan dan kualitas plasma manusia, termasuk mengoptimalkan pemanfaatan plasma yang diperoleh dari donor darah lengkap, dan meningkatkan akses pasien terhadap terapi protein plasma yang dapat menyelamatkan nyawa. (Hilal)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

SPPG Karangtanjung
Dapur MBG SPPG Karangtanjung Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Operasional Tetap Berjalan
News
Pemkot Serang
Tangani Banjir di Berbagai Wilayah, Pemkot Serang Ajukan Bantuan ke Provinsi dan Pusat
News
Tambang ilegal di Cilegon
Pemprov Banten Tutup Tambang Ilegal di Cilegon, Satgas Petakan Lokasi di Ciwandan dan JLS
News
Rekonstruksi
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak Kader PKS Dilaksanakan Tertutup di BBS 3
News
Huntara Cigobang
Bertahan Menginap di Kantor Bupati, Warga Huntara Cigobang Tuntut Kejelasan Hunian Permanen
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?