linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: H Muammar ZA, Legenda Qori Indonesia yang Mendunia
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Khazanah > H Muammar ZA, Legenda Qori Indonesia yang Mendunia
Khazanah

H Muammar ZA, Legenda Qori Indonesia yang Mendunia

Hilal Ahmad
13 Oktober 2023
Share
waktu baca 5 menit
H Muammar ZA qori asal Indonesia yang melegenda.
H Muammar ZA qori asal Indonesia yang melegenda.
SHARE

linimassa.id – H Muammar ZA sangat dikenal di era 1990-an. Album kaset mengajinya banyak dijual di pasaran. Saat ini, beliau menjadi salah satu legenda qori Indonesia bersuara merdu.

Contents
PrestasiRiwayatKenangan

Pada tahun 1980-an dan 1990-an suara merdunya lazim menghiasi masjid-masjid di Indonesia sebelum maghrib, menjelang subuh, atau menjelang shalat Jumat, melalui kaset yang diputar dengan tape recorder.

Kaset-kasetnya juga diputar pada acara-acara keagamaan seperti Maulid Nabi. Hingga saat ini, suara emasnya masih dikagumi umat Islam sehingga ia masih kerap diundang.

Muammar Zainal Asyikin atau biasa dikenal Muammar ZA atau Muammar Z.A, lahir 14 Juni 1954. Ia merupakan qori dan hafiz dari Indonesia yang dikenal secara nasional maupun internasional.

Beliau pemenang lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) pada 1980an di Indonesia maupun di luar negeri.

Bakatnya sudah terlihat sejak kecil pada saat mengikuti lomba membaca Quran di Pemalang pada 1962 dan mendapat juara di umur 7 tahun. Ia dikenal secara internasional dengan kemampuan nafas panjangnya (terpanjang di dunia).

 

Prestasi

Ia dikenal memiliki segudang prestasi di bidang qiroah Al-Quran. Di antaranya, ia pernah menjadi juara 1 MTQ Se-Propinsi DIY tahun 1967.

Selama tiga kali berturut-turut (1967, 1972, 1973) ia menjuarai MTQ tingkal nasional mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pada 1979 dan 1986 ia menjadi juara dalam lomba qori tingkat internasional. Atas berbagai keberhasilan ini ia kerap diundang keliling di berbagai belahan dunia. Di antaranya diundang mengaji di Istana Raja Hasanah Bolkiah (Brunei), Istana Yang Dipertuan Agung Malaysia hingga ke Jazirah Arab.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ia juga pernah diundang ke Pakistan untuk melantunkan ayat suci Al-Quran disana pada 2009 dan di Turki pada 2004.

 

Riwayat

Putra ketujuh dari sepuluh bersaudara ini lahir dari pasangan H. Zainal Asykin dan Hj. Mu’minatul Afifah, yang juga merupakan tokoh agama di desanya.

Beliau dilahirkan di Dusun Pamulihan, Warungpring, Kecamatan Moga, kurang lebih 40 KM selatan ibu kota Kabupaten Pemalang.

Adik beliau yang bernama Imron Rosyadi ZA., juga mengikuti jejaknya menjadi qari nasional setelah menjuarai MTQ. Qari Muammar menikah dengan seorang wanita Aceh yang bernama Syarifah Nadiya pada tahun 1984 dan dikaruniai seorang putri dan 4 putra.

Pada 2002, beliau mendirikan Pesantren “Ummul Quro” di Cipondoh, Tangerang untuk menciptakan qori dan qoriah muda berkelas internasional sejak dini.

Saat kecil, usai SD, Muammar mondok di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Kaliwungu dikenal sebagai kota santri. Di sana puluhan pesantren berdiri. Setelah mondok, Muammar belajar di PGA di Yogyakarta.

Ia sempat belajar di IAIN Sunan Kalijaga. Selama kuliah ia masih menggeluti dunia qori. Mengikuti MTQ tingkat Provinsi DIY tahun 1967, ia berhasil menyabet juara pertama tingkat remaja. Setelah itu langganan tetap menjadi kontingen DIY di MTQ Nasional.

Dari Yogyakarta, Muammar ZA pindah ke Jakarta melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ), Ciputat.

 

Kenangan

Ia merupakan pelopor pembacaan Al-Quran secara berduet (bersama H Chumaidi) dan dengan gaya qira’at sab’ah (metode tujuh bacaan). Pembacaan Al-Qur’annya masih terus direkam ulang dan diperdengarkan hingga kini.

Ibarat pepatah, maka pengalaman KH. Muammar Z.A dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dari kelas marginal hingga kelas istana para raja.

Kenangan yang tidak pernah dilupakan adalah saat melantunkan ayat-ayat Al-Quran di kawasan komplek pelacuran Penjaja Seks Komersial (PSK) di kawasan Saritem Bandung.

Saat itu beliau berkolaborasi bersama muballigh kondang (Alm.) KH. Zainudin M.Z. Dalam agenda ini berharap besar dengan adanya lantunan ayat-ayat suci Al-Quran, kelak para PSK bisa kembali atau mendapatkan hidayah menuju jalan yang benar yang diridhoi oleh Allah SWT.

Pengalaman menarik lainnya adalah ketika mememenuhi undangan sebuah gereja di Welington, New Zealand (Selandia Baru) untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran di sebuah gereja. Ia mengaji di atas meja tanpa speaker di hadapan kurang lebih 400 pastur dan pendeta.

Ada yang menarik saat itu, tampak jelas pemandangan Patung Bunda Maria yang memang terpasang tepat berada di atasnya, sementara beliau dengan tenang melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. (Hilal)

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

festival Ciomas Ngabring
Pemkab Serang Dorong Festival Ciomas Ngabring Masuk Agenda Tahunan
Gaya Hidup
LGBTQ
DPRD Cilegon Bahas Perwal Pencegahan LGBTQ, Data Dinkes Tunjukkan Kasus HIV Terbanyak pada Kelompok LSL
News
Sungai Ciujung
Audit DLHK Banten di Sungai Ciujung, PT Cipta Paperia Terbukti Cemari Lingkungan
News
Sungai Ciujung
DLHK Banten Fokus Pengawasan di Sungai Ciujung, Satu Perusahaan Diduga Cemari Lingkungan
News
Samsat Kelapa Dua
Samsat Kelapa Dua Resmi Beroperasi di Teluknaga Mulai 20 Juli 2026
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan