linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Dindikbud Banten Minta Orang Tua Dampingi Anak Belajar dari Rumah
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Gunung Anak Krakatau Erupsi, Dindikbud Banten Minta Orang Tua Dampingi Anak Belajar dari Rumah
News

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Dindikbud Banten Minta Orang Tua Dampingi Anak Belajar dari Rumah

Andra
7 September 2026
Share
waktu baca 3 menit
Gunung Anak Krakatau
Kepala Dindikbud Banten Jamalludin minta orangtua awasi anak saat erupsi Gunung Anak Krakatau
SHARE

SERANG, LINIMASSA.ID – Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaksanakan selama tiga hari.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten meminta orang tua lebih aktif mendampingi anak selama belajar dari rumah.

Kebijakan atas kondisi Gunung Anak Krakatau tersebut diberlakukan Pemerintah Provinsi Banten untuk siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh), baik negeri maupun swasta. Sistem pembelajaran dari rumah berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 September 2026.

Kepala Dindikbud Provinsi Banten Jamaluddin menegaskan, pelaksanaan pembelajaran secara daring bukan berarti aktivitas belajar mengajar berhenti. Sekolah tetap harus memastikan siswa memperoleh pembelajaran yang efektif meski tidak berlangsung secara tatap muka.

“Pelaksanaan PJJ di tengah kondisi Gunung Anak Krakatau tetap harus bermakna, aktif dan terarah dengan memanfaatkan ekosistem digitalisasi pembelajaran,” ujar Jamaluddin, Minggu, 6 September 2026.

Ketentuan tersebut tercantum dalam Surat Edaran Nomor T-400.3.1/4237/Dindikbud/2026. Melalui surat itu, kepala SMA, SMK, dan SKh negeri maupun swasta diminta memastikan kegiatan pembelajaran tetap terlaksana selama masa PJJ.

Sekolah juga berkewajiban memantau aktivitas pembelajaran secara daring, termasuk memastikan kehadiran guru dan peserta didik selama kegiatan belajar berlangsung.

Hasil pemantauan tersebut kemudian dilaporkan secara berkala kepada Kepala Dindikbud Provinsi Banten melalui masing-masing Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di wilayah kabupaten/kota.

Aktivitas di Luar Rumah Perlu Dikurangi, Hindari Abu Gunung Anak Krakatau

Selain berupaya menghindari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Dindikbud Banten mengingatkan orang tua dan wali murid agar tidak hanya memperhatikan kegiatan akademik anak.

Pendampingan dan pengawasan selama berada di rumah juga dinilai penting untuk menjaga kondisi anak selama erupsi Gunung Anak Krakatau.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Orang tua diminta membatasi kegiatan anak di luar ruangan guna mengurangi kemungkinan terpapar abu vulkanik.

Jika terdapat kebutuhan yang mengharuskan anak keluar rumah, penggunaan masker medis atau respirator dianjurkan sebagai langkah perlindungan dari paparan abu vulkanik.

Jamaluddin menjelaskan, berbagai langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan dan keselamatan peserta didik selama aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau meningkat.

Untuk memantau perkembangan situasi, Dindikbud Banten juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten.

Salah satu hal yang dipantau adalah perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan pergerakan abu vulkanik. Informasi tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk menentukan apakah sistem pembelajaran dari rumah perlu dilanjutkan atau tidak setelah 9 September 2026.

“Untuk saat ini PJJ kita berlakukan selama tiga hari, dan nanti melihat kondisi lebih lanjut, apakah akan dilakukan perpanjangan atau bagaimana,” kata Jamaluddin.

Pemprov Banten mengimbau masyarakat, terutama orang tua dan peserta didik, tidak panik dan tetap mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Melalui kebijakan PJJ tersebut, pemerintah berupaya menjaga keberlangsungan proses pendidikan sekaligus meminimalkan risiko terhadap kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan siswa maupun seluruh warga satuan pendidikan.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- HUT RI -
Ad imageAd image
- 14 AGUSTUS 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Debt Collector
Tarik Motor di Jalan, 2 Debt Collector Diamankan Polisi di Karawaci
News
Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Letusan Malam Terekam Seismogram
News
Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau Erupsi, SMA-SMK dan SKh di Banten Terapkan PJJ Selama Tiga Hari
News
SMPN 25 Tangsel Bukit Nusa Indah
Ada Penolakan Pembangunan SMPN 25 Tangsel, Warga Bukit Nusa Indah: Anak Kita Butuh Sekolah
Pendidikan
Dinkes Kota Tangsel Imbau Bahaya abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Waspada Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Dinkes Tangsel Minta Warga Pakai Masker dan Tak Bakar Sampah
Gaya Hidup
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan