linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Gelar “Hari Gotong Rumah” 2024, Ratusan Warga Desa Wates Majalengka Bentuk Perlawanan Kultural
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Pendidikan > Gelar “Hari Gotong Rumah” 2024, Ratusan Warga Desa Wates Majalengka Bentuk Perlawanan Kultural
Pendidikan

Gelar “Hari Gotong Rumah” 2024, Ratusan Warga Desa Wates Majalengka Bentuk Perlawanan Kultural

Arief
29 Oktober 2024
Share
waktu baca 3 menit
Hari Gotong Rumah
Hari Gotong Rumah
SHARE

Linimassa.id – Dalam acara “Hari Gotong Rumah,” ratusan warga Desa Wates, Kabupaten Majalengka, bergotong-royong membawa replika rumah panggung bambu dihiasi hasil bumi.

Contents
Kenangan pada Masa Penjajahan JepangKlaim Sepihak dan Konflik yang Tak Kunjung Usai Pemicu “Hari Gotong Rumah“Museum dan Perjuangan Kultural untuk Menegaskan Hak TanahHarapan akan Penyelesaian yang Adil

Acara ini diikuti oleh pria berpakaian tradisional Sunda, pangsi, dan perempuan berkebaya yang menyusuri jalan sepanjang dua kilometer.

Kegiatan ini bukan sekadar festival budaya, tetapi merupakan simbol perjuangan masyarakat Wates yang mengklaim hak mereka atas tanah leluhur di tengah konflik agraria berkepanjangan.

Kenangan pada Masa Penjajahan Jepang

“Hari Gotong Rumah” adalah momen tahunan untuk memperingati peristiwa pengungsian besar-besaran yang terjadi pada 1942. Ketika itu, warga setempat dipaksa meninggalkan tanah adat mereka saat Jepang membangun landasan udara di Desa Beber.

Setelah Jepang angkat kaki pada 1945, warga kembali namun menemukan tanah mereka telah diklaim oleh TNI Angkatan Udara pada 1950.

Ulpah Azhar, salah satu generasi muda Wates, menyatakan acara ini sangat berarti bagi warga desa. “Acara ini pengingat bagi kami semua, terutama generasi muda, bahwa tanah ini milik nenek moyang kami, tetapi diklaim oleh pihak TNI AU,” ujar Ulpah dalam pernyataannya.

Hari Gotong Rumah
Hari Gotong Rumah Bersama Warga

Klaim Sepihak dan Konflik yang Tak Kunjung Usai Pemicu “Hari Gotong Rumah“

Sejak klaim sepihak tersebut, sembilan desa di wilayah tersebut kesulitan untuk mendapatkan hak kepemilikan tanah secara resmi.

TNI AU, yang mengklaim lahan itu sebagai kawasan pertahanan, tidak memiliki bukti kepemilikan, begitu pula warga Wates. Agus Rudianto, kepala desa Jatisura, menegaskan, “Tanah ini bukan milik TNI AU, tapi milik masyarakat adat kami.” Namun, tanpa dokumen yang sah, warga kerap berhadapan dengan tindakan hukum yang membatasi hak mereka.

Museum dan Perjuangan Kultural untuk Menegaskan Hak Tanah

Pada 2017, warga mulai menggunakan cara kultural, dengan mendirikan Museum Wakare dan menggelar festival budaya untuk memperkuat klaim mereka.

Usaha ini didukung oleh pengakuan Museum Tarrawara di Australia yang menyatakan bahwa budaya di tanah Wates adalah milik sah masyarakat setempat.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ismal Muntaha, pendiri Badan Kajian Pertanahan, menyampaikan bahwa proses hukum tidak mudah bagi warga yang menghadapi institusi kuat seperti militer.

“Kami tidak memiliki surat tanah, dan TNI AU juga tidak punya bukti hukum yang jelas,” ungkap Ismal, menunjukkan kesulitan dalam memperoleh pengakuan resmi atas tanah tersebut.

Harapan akan Penyelesaian yang Adil

Meskipun berbagai usaha telah dilakukan, konflik agraria ini belum menemukan titik terang. Diah Mardiah, warga yang telah turun-temurun tinggal di Wates, mengungkapkan rasa frustrasinya, “Indonesia sudah merdeka, tetapi kami masih merasa terjajah.”

Dengan semangat yang tetap menyala, warga Wates terus berharap pemerintah akan memberikan pengakuan atas hak tanah mereka sebagai wujud keadilan yang selama ini dinantikan. (PS)

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- HUT RI -
Ad imageAd image
- 14 AGUSTUS 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

SMPN 25 Tangsel Bukit Nusa Indah
Ada Penolakan Pembangunan SMPN 25 Tangsel, Warga Bukit Nusa Indah: Anak Kita Butuh Sekolah
Pendidikan
Dinkes Kota Tangsel Imbau Bahaya abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Waspada Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Dinkes Tangsel Minta Warga Pakai Masker dan Tak Bakar Sampah
Gaya Hidup
Ilustrasi erupsi gunung anak krakatau
Geger Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai Tangsel, Ini Himbauan BMKG
News
Gunung Anak Krakatau
Hari Ini Gunung Anak Krakatau Dua Kali Meletus, CCTV Pemantau Mengalami Kerusakan
News
Gunung Anak Krakatau
Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau Terpantau Menjalar ke Jakarta hingga Bengkulu
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan