linimassa.id – Sakit kepala merupakan hal yang lazim dialami manusia. Hampir semua orang pernah mengalami ini? Bagaimana cara mengatasinya?
Laman Alodokter menyebut, sakit kepala adalah rasa sakit atau nyeri di kepala yang bisa muncul secara bertahap atau mendadak.
Nyeri akibat sakit kepala dapat muncul di salah satu sisi kepala, terpusat di titik tertentu, atau menyebar hingga ke seluruh bagian kepala.
Sakit kepala bisa terasa ringan hingga berat dan dapat berlangsung beberapa jam hingga berhari-hari. Karakteristik nyeri pada sakit kepala bisa dari nyeri tajam yang menusuk, nyeri tumpul, nyeri konstan, sampai nyeri yang disertai dengan sensasi berdenyut.
Sakit kepala umumnya dapat diobati dengan pola hidup sehat, relaksasi, atau konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas. Namun, sakit kepala terkadang juga bisa terkait dengan penyakit atau cedera serius sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.
Penyakit yang satu ini umum terjadi, dan diperkirakan 7 dari 10 orang mengalami setidaknya satu kali sakit kepala setiap tahun.
Sebagian besar sakit kepala tidak parah dan bisa diatasi sendiri dengan minum obat pereda sakit, minum air putih yang cukup, dan banyak beristirahat. Namun, beberapa sakit kepala perlu penanganan yang lebih disebabkan oleh kondisi yang dapat membahayakan nyawa.
Penyebab
Berdasarkan penyebabnya, sakit kepala terbagi menjadi sakit kepala primer dan sekunder. Sakit kepala primer tidak terkait dengan penyakit tertentu. Kondisi ini dapat dipicu oleh sakit kepala tegang, migrain atau migrain pada anak.
Sakit kepala primer juga dapat disebabkan oleh perilaku sehari-hari yang tidak baik, seperti kurang tidur, telat makan, atau pilihan makanan yang kurang tepat.
Sementara sakit kepala sekunder terjadi akibat penyakit tertentu yang mengaktifkan saraf nyeri di kepala. Kondisi ini bisa dipicu oleh sejumlah penyakit, seperti sinusitis akut, flu dan demam, sakit gigi, infeksi telinga, cedera kepala, hipertensi, tumor otak, stroke, keracunan zat kimia, atau serangan panik.
Gejala
Gejala sakit kepala adalah nyeri di kepala yang bisa menyebar ke wajah, leher, dan bahu. Nyeri juga mungkin bisa lebih dominan di bagian kepala tertentu, seperti dahi atau bagian kepala depan, sisi kepala kiri atau kanan, atau belakang kepala.
Segera periksakan diri ke dokter apabila sakit kepala disertai muntah, leher kaku, gangguan penglihatan, bicara kacau, linglung, atau kejang. Keluhan tersebut bisa menjadi gejala dari penyakit yang berbahaya.
Pengobatan dan Pencegahan
Pengobatan sakit kepala tergantung pada penyebabnya. Bila tidak ada gejala lain yang berbahaya, obat sakit kepala atau obat sakit kepala sebelah yang dijual bebas dapat digunakan sebagai penanganan awal. Sakit kepala juga bisa diatasi dengan penanganan sederhana, seperti pijatan.
Namun, bila sakit kepala dirasa mengkhawatirkan, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Untuk mencegah sakit kepala akibat perilaku sehari-hari, terapkanlah perilaku hidup yang sehat, misalnya beristirahat yang cukup dan rutin berolahraga. Sedangkan jika sakit kepala disebabkan oleh penyakit tertentu, upaya pencegahan yang terbaik adalah dengan mengobati penyebabnya.
Faktor Risiko
Laman Halodoc menyebut, berdasarkan penyebabnya, sakit kepala dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu sakit kepala yang tidak terkait pada penyakit lain atau sakit kepala primer, dan sakit kepala akibat adanya penyakit lain atau sakit kepala sekunder.
- Sakit Kepala Primer
Sakit kepala primer adalah sakit kepala yang tidak memiliki penyebab lain di baliknya, melainkan murni disebabkan oleh adanya masalah dengan struktur di kepala yang terlalu sensitif terhadap rasa sakit. Kondisi tersebut juga melibatkan pembuluh darah, otot, saraf kepala, serta leher.
Beberapa contoh sakit kepala primer yang umum terjadi, antara lain sakit kepala tegang, migraine, sakit kepala cluster.
Beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya sakit kepala primer, antara lain gangguan pada otot leher dan kepala, aktivitas kimia di otak, dan pembuluh darah atau saraf.
- Sakit Kepala Sekunder
Sakit kepala sekunder ini biasanya disebabkan oleh aktifnya saraf rasa sakit di bagian kepala akibat adanya suatu penyakit. Penyebab umum sakit kepala sekunder, antara lain flu, infeksi telinga, sinusitis, masalah gigi, konsumsi MSG yang berlebihan, konsumsi makanan atau minuman yang terlalu dingin secara tiba-tiba, perubahan hormon pada wanita setelah mengonsumsi pil KB, menggunakan penutup kepala yang terlalu ketat,.
Sedangkan penyebab sakit kepala sekunder, lainnya yang jarang terjadi, antara lain gegar otak, aneurisma otak, neuralgia trigeminal, keracunan karbon monoksida, serangan panik, meningitis, penyumbatan pembuluh darah di otak, radang pada otak. (Hilal)



