linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Adolphe Sax Sang Penemu Saxophone
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Adolphe Sax Sang Penemu Saxophone
Gaya Hidup

Adolphe Sax Sang Penemu Saxophone

Hilal Ahmad 30 Oktober 2023
Share
waktu baca 9 menit
Adolphe Sax penemu saxophone.
Adolphe Sax penemu saxophone.
SHARE

linimassa.id – Saxophone atau sax merupakan alat musik tiup kayu. Walaupun bahan dasar pembuatan alat musik itu sendiri adalah berbahan logam. Penemu saxophone sendiri adalah Adolphe Sax (1814-1894).

Disebut alat musik tiup kayu karena sumber bunyi alat musik yang sexy ini adalah dari sebuah bambu tipis dan panjang yang ditempatkan pada bagian bawah mouthpiece (bagian untuk meniup sax) yang disebut reed.

Reed ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu single reed yang digunakan pada alat musik ini dan jenis double reed yang pada umumnya digunakan untuk alat musik basoon atau oboe.

Saxophone ini adalah suatu alat musik yang masuk di dalam kategori aerophone, single-reed woodwind instrument.

Saat ini saxophone sangat popular digunakan dalam musik jazz, dan memiliki berbagai macam jenis dengan range yang berbeda-beda. SAXOPHONE dikembangkan di tahun 1840-an oleh Adolphe Sax, seorang berkebangsaan Belgia.

Saat masih bekerja di toko alat ayahnya di Brussels, saksofon mulai mengembangkan sebuah alat yang memiliki proyeksi instrumen kuningan yang lebih lincah dari sebuah alat-alat musik tiup kayu lainnya.

Prioritas lain adalah untuk menciptakan sebuah alat yang akan merentangkan oktaf, sebagai perkembangan dari alat musik klarinet.

Sebelum karyanya pada alat musik saxophone, Saxophone membuat beberapa perbaikan-perbaikan pada instrumen bass klarinet dengan meningkatkan keywork akustik dan memperluas jangkauan nada-nada yang lebih rendah.

Saxophone juga merupakan pembuat ophicleide, sebuah instrumen kuningan yang berbentuk kerucut besar dalam daftar bass dengan tombol mirip dengan alat musik tiup kayu.

Pengalamannya dengan kedua instrumen tersebut memungkinkan dia untuk mengembangkan keterampilan dan teknologi yang dibutuhkan untuk membuat alat musik saxophone pertama.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Setelah tercipta dalam beberapa ukuran pada awal tahun 1840-an, saksofon menerima sebuah hak paten saxophone.

Paten tersebut mencakup 14 versi dari beberapa desain dasar, dibagi menjadi dua kategori di masing-masing tujuh instrumen dan mulai dari sopranino ke kontrabas.

Dalam kelompok dipertimbangkan untuk bekerja orkestra, instrumen ditransposisikan di kedua F atau C, sedangkan band “militer” kelompok termasuk instrumen bergantian antara Es dan Bes.

Saxophone soprano adalah instrumen orkestra hanya untuk suara di pitch konser. Semua instrumen diberi berbagai tertulis awal dari B di bawah staf treble ke F tiga jalur buku di atasnya, memberikan setiap saxophone sejumlah dua setengah oktaf.

Paten saxophone kedaluwarsa pada tahun 1866, sesudahnya banyak produsen alat melakukan peningkatan mereka sendiri dengan desain dan keywork.

Modifikasi besar pertama oleh produsen Perancis yang diperpanjang bel sedikit dan menambahkan tombol tambahan untuk memperpanjang rentang bawah oleh satu sem / fone ke Bes.

Hal ini diduga bahwa saxophone sendiri mungkin telah mencoba modifikasi ini. ekstensi ini diadopsi ke dalam hampir semua desain modern. Pengunaan saxophone ini pertaman kali muncul ke permukaan oleh sahabat dari Sax yaitu Hector Berlioz pada tahun 1942.

Pengunaannya di orkestra sangat jarang, hanya beberapa composer klasik yang menggunakannya seperti Berlioz, Maurice Ravel, dan composer Jerman Richard Wagner.

Perkembangan teknis dari saxophone ini dapat dibagi menjadi dua fase yaitu pada saat hak paten saxophone masih berlaku dan sesudahnya.

Pada fase pertama, perubahan dan perkembangannya berjalan lambat, dan mekanisme saxophone lebih sederhana, lebih mirip kepada clarinet.

Namun setelah hak paten habis pada tahun 1866, muncul banyak pembuat saxophone yang akhirnya mengakibatkan perkembangannya yang lebih cepat secara teknis. walau begitu, dalam 150 tahun perkembangannya, fondasi dasar saxophone tidak banyak berubah dari desain awalnya.

Pada awalnya saxophone banyak digunakan dalam band militer. Hingga memasuki 1900-an, saxophone secara perlahan mulai banyak digunakan, salah satunya dalam pertunjukkan Vaudeville dan dance band mengantikan violin.

Sampai saat ketika musisi Jazz mulai melirik saxophone, dengan mengaplikasikan phrasing dan attack dari trumpet. Sekitar tahun 1920-an, dengan tokoh seperti Sidney Bechet, dan Coleman Hawkins.

Lalu disempurnakan pada tahun 1930-an dengan Lester Young, lalu muncul Charlie Parker. Musisi yang disebutkan di atas bereksperimen dengan berbagai tone dan suara dari saxophone hingga teknik bermainnya berkembang seperti saat ini dan menjadikan saxophone menjadi alat musik yang sangat popular.

Saat ini saxophone yang paling umum digunakan adalah Soprano (Bb), Alto (Eb), Tenor (Bb), dan Baritone (Eb). Pada saat ini terdapat berbagai macam merk saksofon yang beredar di pasaran seperti; Selmer, Conn, Yamaha, Yanagisawa, L.A.Sax, Jupiter, Lincoln, La Fleur, Weril, Lark dan Subaru.

 

Belgia

Saxophone berasal dari Belgia, dibuat oleh seorang pemain clarinet dan pembuat alat musik bernama Antoine Joseph Sax atau lebih dikenal Adolphe Sax oleh karena itu alat musik ini disebut Saxophone pada awal tahun 1840. Dipatenkan pada 28 Juni 1846.

Saksofon kini dikenal sebagai salah satu instrumen yang mampu menghasilkan melodi elegan nan sensual. Namun, Adolphe Sax, sang pencipta Saksofon acap kali menemui kesialan dalam hidupnya.

Adolphe Sax, pencipta saksofon, lahir di Dinant, Belgia, pada 6 Novembar 1814. Ia merupakan anak pertama dari 11 bersaudara. Orang tuanya, Charles Joseph Sax dan Marie Joseph-Mason dikenal sebagai pemilik toko alat musik yang juga mengembangkan dan merancang terompet Prancis.

Akrab dengan alat musik sejak lahir, tak heran, sosok bernama asli Antoine-Joseph Sax ini terbiasa mendesain alat musik sejak kecil.

Sejak berusia 15 tahun, ia juga sering mengikuti kompetisi musik klarinet. Desain alat musik pertamanya, klarinet bass, ia patenkan saat masih berusia 24 tahun.

Adolphe Sax sendiri mulai merancang saksofon sejak 1840. Temuannya itu ia patenkan pada 28 Juni 1846, meski pada awalnya alat musik ini kurang populer.

Saksofon baru mulai populer pada masa Perang Dunia II. Sejak saat itu, alat musik yang mulanya lebih sering dipakai sebagai bagian dari band militer, mulai dikenal sebagai alat musik tunggal.

Di balik kesuksesannya menciptakan saksofon, ternyata sepanjang hidupnya, Adolphne Sax sering dirundung sial. Bahkan, di tanah kelahirannya, sosok Adolphne Sax dikenal sebagai anak ajaib karena telah setidaknya 7 kali lolos dari maut.

Ia pernah jatuh dari lantai tiga dan kepalanya terbentur batu. Lalu, saat berumur tiga tahun, ia pernah meminum asam sulfat encer karena mengiranya sebagai susu. Masih di umur yang sama, ia pernah tersedak pin metal hingga terkena ledakan bubuk mesiu hingga nyaris mati.

Sax juga pernah jatuh ke wajan yang berusi besi cor panas sehingga menyebabkan luka bakar menghiasi separuh wajahnya.

Pernah juga, di satu waktu ia tidur dalam ruangan yang berisi perabotan-perabotan yang baru dipernis hingga membuatnya tak bisa bangun pada pagi harinya karena kebanyakan mencioum aroma pernis.

Ia juga pernah nyaris mati saat kepalanya kejatuhan sebongkah batu dari atap, hingga tenggelam di sungai.

Saksofon, di satu sisi dikenal sebagai pencapaian tertingginya, namun di sisi lain juga menjadi penyebab kebangkrutannya.

Hak patennya atas saksofon pernah digugat oleh sesama pencipta alat musik. Akibatnya, selama 20 tahun ia harus berulang kali berurusan dengan hukum dan mengeluarkan banyak biaya untuk memperjuangkan hak patennya.

Pada 1853-1856, ia terkena kanker bibir. Meskipun berhasil sembuh, keuangannya terus memburuk karena urusan hukum yang masih terus berjalan. Periode 1873-1877 jadi masa tersuram baginya karena kondisi keuangannya yang terus memburuk.

Adolphe Sax meninggal pada usia 80 tahun, tepatnya pada  7 Februari 1894. Ia meninggal dalam kondisi miskin dan hanya mengandalkan uang pensiun dari Pemerintah Prancis.

Walaupun hingga akhir hayatnya ia gagal menghapus nasib sial dalam hidupnya, setidaknya kini namanya dikenang sebagai pencipta saksofon yang legendaris dan mewarnai dunia musik. (Hilal)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

SPPG Karangtanjung
Dapur MBG SPPG Karangtanjung Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Operasional Tetap Berjalan
News
Pemkot Serang
Tangani Banjir di Berbagai Wilayah, Pemkot Serang Ajukan Bantuan ke Provinsi dan Pusat
News
Tambang ilegal di Cilegon
Pemprov Banten Tutup Tambang Ilegal di Cilegon, Satgas Petakan Lokasi di Ciwandan dan JLS
News
Rekonstruksi
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak Kader PKS Dilaksanakan Tertutup di BBS 3
News
Huntara Cigobang
Bertahan Menginap di Kantor Bupati, Warga Huntara Cigobang Tuntut Kejelasan Hunian Permanen
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?