SERANG, LINIMASSA.ID – Peluang pengembangan Banten International Stadium (BIS) kembali terbuka setelah salah satu perusahaan menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi di aset milik Pemerintah Provinsi Banten tersebut.
PT Sasmaya Media Integrasi tengah menjajaki pengembangan BIS dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp850 miliar.
Stadion Banten International Stadium yang berada di kawasan sports center Banten itu saat ini juga digunakan Dewa United sebagai markas dalam kompetisi Liga 1 Indonesia.
Ketertarikan investor tersebut menjadi peluang bagi Pemprov Banten untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru di kawasan stadion.
Direktur Keuangan PT Sasmaya Media Integrasi Faruq Ibnu Haqi mengatakan, Banten International Stadium menjadi salah satu aset yang dinilai sesuai dengan arah bisnis perusahaannya setelah pihaknya melakukan penjajakan terhadap sejumlah aset yang dimiliki Pemprov Banten.
“Dua di antaranya akhirnya masuk dalam kriteria core bisnis kami, yaitu Banten International Stadium dan juga industri tepung ikan,” ujar Faruq, Kamis, 10 September 2026.
Menurut dia, konsep pengembangan BIS nantinya tidak sebatas menjadikan stadion sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan olahraga. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang terpadu yang memadukan sektor olahraga dan hiburan.
“Bagaimana untuk bisa mendukung Banten ini juga memiliki sports center dan juga kawasan yang benar-benar terintegrasi antara entertain dan sport,” katanya.
Berdasarkan perhitungan awal perusahaan, kebutuhan investasi untuk mengembangkan BIS diproyeksikan melampaui Rp850 miliar. Angka tersebut menjadi porsi terbesar dari total rencana investasi PT Sasmaya Media Integrasi terhadap dua aset di Banten yang nilainya diperkirakan sekitar Rp985 miliar.
Pemprov Harap Investasi Banten International Stadium Beri Dampak Ekonomi
Sekretaris Daerah Banten Deden Apriandhi mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya mengoptimalkan aset yang dimiliki melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga.
Menurutnya, investasi terhadap aset daerah diharapkan tidak berhenti pada peningkatan nilai atau kualitas fasilitas. Kehadiran investor juga harus memberikan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat dan daerah.
“Kami berharap kerja sama ini segera terjalin, karena akan memberikan dampak ekonomi dan juga membantu Pemprov Banten dalam struktur APBD,” kata Deden.
Selain meningkatkan aktivitas ekonomi, kerja sama investasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Banten.
Pemprov Banten juga masih membuka kesempatan bagi investor untuk mengembangkan sejumlah aset daerah lainnya melalui skema kerja sama yang saling menguntungkan.
Sementara itu, keberadaan Dewa United yang menggunakan BIS sebagai markas untuk menjalani kompetisi Liga 1 menjadi salah satu faktor pendukung dalam meningkatkan aktivitas kawasan tersebut.
Jika rencana investasi terealisasi, BIS berpeluang tidak hanya berfungsi sebagai stadion olahraga, tetapi berkembang menjadi kawasan terpadu yang memiliki aktivitas olahraga, hiburan, dan kegiatan ekonomi secara bersamaan.

