PANDEGLANG, LINIMASSA.ID – Upaya pencarian terhadap delapan orang termasuk jurnalis yang berada di dalam sebuah speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus dilakukan Tim SAR gabungan.
Rombongan tersebut diketahui membawa lima jurnalis yang hendak menjalankan tugas peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).
Speedboat dilaporkan tidak lagi dapat dihubungi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 15.04 WIB. Kapal diduga berada di sekitar titik koordinat 6°14’40.52″S 105°40’49.48″T ketika komunikasi terputus.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten sekaligus SAR Mission Coordinator, Al Amrad, menjelaskan terdapat delapan orang dalam speedboat tersebut. Mereka terdiri atas dua awak kapal, seorang guide, serta lima jurnalis.
Delapan orang itu masing-masing Warta (55), yang bertugas sebagai nakhoda, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) selaku guide. Sementara lima lainnya adalah M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, serta Donal yang merupakan jurnalis dari sejumlah media.
Menurut Al Amrad, setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Pandeglang langsung bergerak menuju lokasi. Tim berangkat sekitar pukul 14.15 WIB dan selanjutnya melakukan penyisiran ke arah Krakatau serta beberapa titik perairan yang diperkirakan menjadi jalur speedboat.
Penyisiran juga dilakukan RIB 02 Banten di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Namun, pencarian pada hari pertama belum menemukan keberadaan speedboat maupun delapan orang yang menjadi sasaran operasi.
Untuk memperkuat pencarian, KN SAR Tetuka 247 kemudian diberangkatkan dari Pelabuhan BBJ menuju lokasi kejadian pada sore hari. Kapal tersebut melakukan pemantauan visual sekaligus penyisiran sepanjang sektor yang telah ditentukan.
KN SAR Tetuka 247 tiba di sekitar perairan Sangiang pada pukul 21.05 WIB. Akan tetapi, kapal tidak dapat melakukan lego jangkar lantaran arus di kawasan tersebut cukup kuat.
Pencarian Jurnalis yang Hilang
Kapal selanjutnya diarahkan menuju Pelabuhan Ciwandan. Dalam perjalanan, KN SAR Tetuka 247 tetap melakukan pengamatan visual dan penyisiran, tetapi belum menemukan petunjuk mengenai keberadaan rombongan.
“Pada pukul 22.12 WIB, KN SAR Tetuka 247 tiba dan berhasil sandar dengan aman di Dermaga Pelabuhan Ciwandan. Selanjutnya, pada pukul 22.46 WIB, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing dan memutuskan bahwa operasi SAR akan dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026),” kata Al Amrad.
Operasi pencarian hari pertama melibatkan berbagai unsur. Di antaranya personel KN SAR Tetuka, Rescuer USS Pandeglang, Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Polairud Polda Banten, Polairud Mabes, Lanal, Polsek Carita, Satpol PP, Babinsa, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, serta unsur media.
Sejumlah sarana juga digunakan dalam pencarian, mulai dari KN SAR Tetuka 247, RIB 02 Banten, rescue car, truk personel hingga drone thermal. Tim turut membawa perlengkapan untuk mendukung operasi SAR di air, peralatan medis, komunikasi, serta berbagai perlengkapan penunjang lainnya.
Hasil operasi pada hari pertama masih nihil. Tim SAR gabungan memastikan pencarian akan kembali dilakukan dengan memperluas wilayah penyisiran berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya serta mempertimbangkan situasi dan kondisi di lapangan.

