PANDEGLANG, LINIMASSA.ID – Satgas MBG Kabupaten Pandeglang telah melaporkan oknum Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) bernama Agustia Mahendra yang merupakan Kepala SPPG di Pandeglang yang kabur kepada Badan Gizi Nasional.
Diketahui, Agustia Mahendra menjabat sebagai Kepala SPPG Sukaratu 06, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang.
Satgas melaporkan Kepala SPPG di Pandeglang di Sukaratu 06 itu, karena berdampak pada tidak bisa beroperasionalnya dapur dalam melayani program Makan Bergizi Gratis kepada ribuan penerima manfaat.
SPPG Sukaratu 06 merupakan SPPG ekosistem yang bermitra dengan petani setempat dalam suplai sayur dan mayur. Namun sudah hampir satu bulan ini SPPG Sukaratu 06 tidak beroperasi karena SPPI-nya kabur.
Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Pandeglang Doni Hermawan mengatakan, saat ini ada satu Kepala SPPG di Pandeglang yang kabur dari tempat kerjanya.
“Kalau Kepala SPPG tidak ada di tempat berarti tidak bisa melaksanakan kegiatan memasak. Kan harus dipertanggungjawabkan,” katanya, Senin, 10 Agustus 2026.
Jadi, ketika dapur SPPG tidak ada kepala SPPI otomatis tidak bisa jalan. Sebab yang bertanggungjawab operasional ialah SPPI.
“Kemarin datang tim dari BGN pusat. Kami sudah melaporkan permasalahan di kabupaten Pandeglang agar segera ditindaklanjuti dan diganti ataupun dievaluasi sehingga kedepan dapur dapur di Pandeglang dapat berjalan lebih baik lagi,” katanya.
Lebih lanjut Doni mengungkapkan, saat ini ada dua dapur MBG. Sekarang masih tahap evaluasi.
“Saya berharap semua dapur di Pandeglang segera beroperasi karena kebutuhan untuk menyuplai gizi anak-anak. Ibu hamil, Ibu menyusui anak-anak kita yang masih tumbuh berkembang itu harus segera disesuaikan, sehingga mereka mendapatkan gizi yang baik dan cukup untuk perkembangan mereka,” katanya.
Mitra SPPG Sukaratu 06, Mulyadi mengatakan, kepala SPPG kabur tanpa meninggalkan pesan.
“Jadi kabur begitu saja. Meninggalkan tanggungjawab sebagai kepala SPPG,” katanya.
Kepala SPPG di Pandeglang Kabur
Dengan kaburnya Kepala SPPG di Pandeglang ini, secara otomatis operasional dapur berhenti sementara. Tidak lagi melayani program MBG kepada penerima manfaat.
“Jumlah penerima manfaat SPPG Sukaratu 06 sebanyak 2.800 orang. Dari anak sekolah dan santri,” katanya.
Mulyadi berharap, BGN dapat segera menempatkan SPPI baru untuk menjadi kepala SPPG Sukaratu 06.
“Sebab para penerima manfaat sudah menanyakan kapan bisa kembali mendapatkan MBG. Sementara sekolah lain menerima sedangkan sekolah yang biasa kita kirim tidak lagi mendapatkan sudah mau satu bulan ini,” katanya.
Diantara mereka bahkan secara tegas menyatakan mau pindah dapur. Sebab orangtua dan anak-anak berharap bisa mendapatkan MBG.
“Kalau sampai pindah dapur yang kasihan nanti relawan SPPG dan mitra bisa kehilangan penghasilan. Untuk itu kita tengah berjuang agar BGN bisa segera menempatkan kepala SPPG baru agar dapur bisa kembali operasional,” katanya.

