PANDEGLANG, LINIMASSA.ID – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Pandeglang mengajukan empat lokasi sebagai calon penerima Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
Pengajuan tersebut disusun berdasarkan data lapangan yang lengkap sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan dan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem yang menjadi prioritas pemerintah.
Dalam proses penentuan lokasi Program Kampung Nelayan Merah Putih, KKP melakukan seleksi secara menyeluruh. Sejumlah aspek menjadi bahan penilaian, mulai dari legalitas lahan, kesiapan lokasi, potensi sumber daya kelautan dan perikanan, hingga manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Status kepemilikan lahan menjadi salah satu syarat penting karena berkaitan dengan keberlanjutan pembangunan kawasan nelayan dalam jangka panjang.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Uun Junandar, mengatakan pemerintah daerah telah mengusulkan empat titik untuk mengikuti Program Kampung Nelayan Merah Putih tersebut dan berharap dapat direalisasikan pada tahun 2026.
“Program Kampung Nelayan Merah Putih memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat pesisir. Saat ini kami mengusulkan empat lokasi baru dan berharap seluruhnya dapat disetujui tahun ini,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Empat lokasi yang diajukan berada di Kecamatan Carita, Kecamatan Panimbang, serta dua titik di Kecamatan Sumur. Seluruh usulan tersebut masih menjalani proses verifikasi oleh KKP untuk memastikan seluruh persyaratan teknis telah dipenuhi.
Menurut Uun, wilayah tersebut dipilih karena memiliki potensi perikanan yang cukup besar serta didukung oleh kesiapan lahan milik pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, Program Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya memberikan bantuan bagi nelayan, tetapi juga membangun berbagai fasilitas pendukung yang dapat meningkatkan produktivitas sektor perikanan.
Program Kampung Nelayan Merah Putih
Program Kampung Nelayan Merah Putih yang menjadi prioritas KKP tersebut dirancang untuk menata dan memodernisasi kawasan pesisir agar menjadi lingkungan yang lebih bersih, tertata, produktif, dan terintegrasi.
Selain mendukung swasembada pangan nasional, program ini juga menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi biru dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Melalui program tersebut, pemerintah akan membangun berbagai infrastruktur penting, di antaranya cold storage atau gudang pendingin untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan sehingga nilai jual ikan tetap terjaga.
Selain itu, akan tersedia pabrik es yang berfungsi memenuhi kebutuhan es bagi nelayan saat melaut maupun ketika menyimpan hasil tangkapan di darat.
Pengembangan kawasan permukiman nelayan juga menjadi bagian dari program ini. Lingkungan pesisir akan ditata menjadi lebih rapi, bersih, sehat, dan layak huni.
Fasilitas lain yang direncanakan adalah unit pengolahan hasil perikanan skala kecil yang dilengkapi peralatan pengemasan modern, seperti teknologi vacuum pack, guna meningkatkan nilai tambah produk perikanan.
Salah seorang nelayan asal Carita, Rohmat, berharap usulan tersebut segera disetujui pemerintah pusat. Menurutnya, keberadaan fasilitas seperti cold storage sangat dibutuhkan agar hasil tangkapan dapat disimpan lebih lama tanpa mengurangi kualitasnya.
“Program Kampung Nelayan Merah Putih ini sangat dinantikan nelayan karena menyediakan sarana dan prasarana yang memang dibutuhkan untuk mendukung usaha perikanan,” katanya.

